My Follower

Selasa, 30 Juli 2013

Karena Hati Akan Selalu Terisi




Yang akan saya bahas disini bukanlah hati dalam arti sebenarnya, yaitu organ tubuh milik manusia paling besar yang terdapat di cavum abdomen regio hipokondriaka dekstra sampai epigastrium. Sungguh, bukan itu. Kalau mau tahu tentang "hati" dalam artian sebenarnya, silakan lihat gambarnya di atlas anatomi Sobotta, LOL.


Rabu, 24 April 2013

Tentang Wanita, dan Peradaban Dunia Part 1

Akhir - akhir ini, kita sering mendengar kata kata kesetaraan gender. Perempuan harus berada di strata yang sama dengan lelaki. Jika lelaki banyak yang menjadi pemimpin, contoh saja presiden, gubernur, walikota, dan anggota DPR, maka perempuan pun harus begitu. Perempuan dianggap hebat jika bisa tampil dihadapan publik, sedangkan bagi perempuan yang tinggal dirumah mengasuh anaknya dan menanti suaminya pulang kerja dianggap sebagai perempuan kuno yang tertinggal. Benarkah anggapan itu?

Mari kita bahas lebih lanjut~

Senin, 08 April 2013

Jangan Menuntut Allah Untuk Memenuhi Permintaanmu!

Assalamualaikum, lama ga nulis blog nih

Semester dua ini amazing sekali, kuliahnya mulai padat merayap plus kegiatan nonkuliah, jadinya waktu buat nulis blog berkurang, kalau ada waktu luang sih biasanya sibuk baca buku buat ngobatin rasa penasaran saya tentang mekanisme fisiologis dan patologis yang terjadi dalam tubuh .

Eh, engga ding, kalimat diatas cuma alasan aja, pencitraan doang *huahahahaha* sebenernya ada banyak waktu tapi saya sendiri yang belum bisa menggunakan dan memaksimalkan dengan baik. Iye, waktunya banyak dipake buat tidur, gimana engga ya, jam sembilan udah tepar tak berdaya diatas kasur, tanda tanda pecinta kasur kronis, aku kudu piye yaaa biar sembuh dari penyakit ini  -________-

Oke, cukup curcolnya. Saya mau tanya nih, pernah nggak, kalian merasa udah belajar mati matian, eh ternyata dapet nilai pas-pasan, dan teman kita yang bahkan engga belajar malah mendapat nilai memuaskan. Pernah nggak? Kalo aku sih bukan pernah lagi, sering malah, haha. Perasaan doa juga udah sering banget, tapi hasilnya selalu ga memuaskan. Terus gimana dong? Ngerasa dunia ini engga adil terus mau protes sama Allah gitu ?

Tarik maaaang ~~>

Minggu, 10 Maret 2013

#UdahPutusinAja


Buku ini ditulis oleh ustadz Felix, saya tahu tentang beliau dari jejaring sosial twitter. Lumayan suka stalking TL beliau, karena menurut saya isinya bermutu, banyak hikmah yang bsia saya ambil dari tweet beliau ini. Kalau mau tahu lebih banyak tentang beliau silakan follow akun beliau @felixsiauw atau fanpage beliau di facebook klik disini

Lanjut tentang buku ini~

Banyak orang bertanya tanya, mengapa judulnya bukan udah nikahin aja tapi malah udah putusin aja? Ternyata beliau pun telah menjawab pertanyaan tentang itu dibuku ini. Jadi, menurut beliau #UdahPutusinAja itu lebih tepat untuk mereka yang melakukan kegiatan yang belum halal ini, karena orang yang melakukan hal itu adalah orang yang belum siap menikah, iya toh?

Kamis, 28 Februari 2013

IPK itu ujian mamen!

Ah, akhirnya IPK keluar juga. :)
Apapun hasilnya harus disyukuri. Bagiku, IPK kecil atau besar itu keduanya merupakan ujian. Mengapa? Kalau IPK besar berarti kita sedang diiuji sama yang namanya ujian kenikmatan. Kalau IPK nya kecil ya kita diuji sama hal yang nggak enak.

Jadi intinye, kalau dapet nilai IPK yang cakep, ga boleh sombong lah ya. Nilai yang besar itu bukan penentu kesuksesan. Nilai yang kurang bagus pun bukan akhir dari segalanya. Nilai itu cuma salah satu indikator kesuksesan dalam belajar. Inget, cuma SALAH SATU! Dan pada kenyataannya, praktek itu lebih penting dari sekedar teori. Tapi, bukan berarti teori itu ga penting loh yaa, catet!

Bukan berarti misalkan kita dapet IPK yang kurang memuaskan terus kita dengan seenaknya bilang bahwa anak anak yang mendapat IPK besar itu hanya mementingkan teori daripada praktek. Kalau saya pribadi, pengen dapetnya ya yang bagus, soalnya buat saya IPK itu semacam bukti tanggung jawab sama orang tua yang udah susah susah ngebiayain kuliah kita. Lha apalagi yang bisa kita kasih? Apalagi mahasiswa fakultas kedokteran pre-klinis seperti saya, kan belum boleh praktek praktek gitu, makanya mengguasai teori itu penting.

Lalu misalkan udah belajar mati matian sampe begadang dan ternyata hasilnya tetep gitu aja, terus kudu piye?

Senin, 18 Februari 2013

REALISTIS!

Yang kaya dan yang miskin semuanya akan berakhir ditempat yang sama
Berawal dari sebuah ketidak sengajaan, ketika saya berjalan jalan di dunia maya sedang mencari sesuatu yang bisa menginspirasi saya dan akhirnya entah kenapa, bagaimana bisa, akhirnya saya menemukan situs andyoctavian.org . Alhamdulillah, isi blognya inspiratif sekali.

Intinya, hidup itu harus REALISTIS! Mungkin selama ini sebagian orang menganggap mereka yang yang sangat memperhatikan agamanya dan berusaha berada dikalangan orang yang shalih dengan sebutan sok idealis, tidak realistis, dan anggapan negatif lainnya.

Padahal, faktanya hidup didunia ini cuma sementara. Cuma mampir sebentar. Sedangkan kehidupan abadi itu diakhirat nanti. Bagaimana kehidupan kita di akhirat nanti amat sangat ditentukan oleh kehidupan kita di dunia. Semua orang, baik itu kaya miskin, cantik jelek, berpangkat ataupun tidak, semuanya akan mati. Terkubur didalam tanah, menuju sebuah alam yang kita tidak diberi pengetahuan tentangnya. Yang mungkin bahkan sebagian scientist yang menuhankan akal dan rasio menolak keberadaan alam itu disebabkan tidak ada bukti nyata yang bisa menjelaskan keberadaan alam itu.

Jadi, dengan melihat kenyataan ini, sebenarnya siapa yang realistis dan tidak realistis? Tanya pada hati nurani anda dan anda akan tahu jawabannya.

Akan tiba suatu hari, HARI KEADILAN, dimana perbuatan baik dan buruk sekecil apapun akan diperlihatkan. Mengapa HARI KEADILAN itu ada? Untuk memberikan keadilan pada setiap manusia, karena kita sering menemukan ketidak-adilan didunia ini karena ulah manusia. Lihat saja, Para koruptor bebas berkeliaran, perzinaan menjadi seperti barang legal yang ada dimana mana, Israel dengan pongahnya berusaha merebut tanah Palestina tanpa ada usaha pencegahan dari badan perdamaian dunia. Adilkah? Tentu saja kita geram, bagaimana bisa koruptor itu bermewah mewah sedangkan masih banyak rakyat indonesia yang tidur dibawah kolong jembatan. Tapi Allah itu Maha Adil, Maka di HARI KEADILAN itu, semua akan mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya.

Maka dari itu, karena Allah itu Maha Adil.....
Akankah sama orang yang berbuat shalih dan tidak?
Akankah sama orang yang menahan nafsunya dan tidak?
Akankah sama orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah dan tidak?
Akankah sama, seorang pemuda yang berada di ranah konflik. Disana ia tak henti menyebut asma Tuhannya, menghafal alqur'an, berani mati membela agamanya, berusaha keras dengan segenap kekuatannya untuk bertahan hidup, bekerja keras untuk menunjukkan kesungguhannya kepada Allah, dengan pemuda yang berada di ranah yang aman tetapi dia lalai, berasyik dengan musik, dan berfoya dengan harta orang tua?

Wallahu a'lam bishshawab.