Negeri di ujung tanduk merupakan sekuel dari novel berjudul negeri para bedebah. Berbeda dari novel Tere Liye lainnya, novel ini lumayan menegangkan, membuat penasaran dan juga menghilangkan kantuk. Tokoh utamanya masih sama, yaitu Thommas. Petarung sejati yang kaya raya, cuek, tapi sebenarnya perhatian pada keluarganya dan juga cerdik. Yang berbeda adalah profesi Thommas, yaitu konsultan politik bagi salah seorang kandidat calon presiden terkuat dari sebuah partai besar.
My Follower
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Agustus 2013
Minggu, 10 Maret 2013
#UdahPutusinAja
Buku ini ditulis oleh ustadz Felix, saya tahu tentang beliau dari jejaring sosial twitter. Lumayan suka stalking TL beliau, karena menurut saya isinya bermutu, banyak hikmah yang bsia saya ambil dari tweet beliau ini. Kalau mau tahu lebih banyak tentang beliau silakan follow akun beliau @felixsiauw atau fanpage beliau di facebook klik disini
Lanjut tentang buku ini~
Banyak orang bertanya tanya, mengapa judulnya bukan udah nikahin aja tapi malah udah putusin aja? Ternyata beliau pun telah menjawab pertanyaan tentang itu dibuku ini. Jadi, menurut beliau #UdahPutusinAja itu lebih tepat untuk mereka yang melakukan kegiatan yang belum halal ini, karena orang yang melakukan hal itu adalah orang yang belum siap menikah, iya toh?
Senin, 17 September 2012
KEMI, Cinta Kebebasan Yang Tersesat
Mendapatkan novel yang dikirim oleh penulisnya plus tanda tangan dan diskon itu adalah sesuatu yang amat sangat membahagiakan. Apalagi saya memang sangat menyukai karya Adian Husaini. Semuanya berawal dari twitter, niatnya sih mau pinjem sama salah satu follower, eh, ternyata beliau memang masih punya stoknya. Dan karena beliau sangat baik hati akhirnya dikirimlah novel itu kerumahku seharga 50 ribu udah termasuk ongkir. Alhamdulillah :D
Jadi, sinopsis novelnya tuh kayak gini : Adalah Kemi, seorang santri cerdas, melanggar amanah sang kyai: meninggalkan pesantren dan menjadi aktivis liberal. Angan angan kebebasan menjerumuskannya, Kemi tersesat, terperosok dan terperangkap dalam kebebasan yang didambakannya, bahkan mengancam jiwanya. Dan adapula Rahmat, santri cerdas dan tampan utusan sang kyai berusaha menyelamatkan Kemi. Sejumlah tokoh liberal berhasil ditaklukkannya. Seorang Kyai liberal wafat di ruang diskusi setelah bertemu dengan Rahmat.
Siti, feminis liberal, putri kyai terkenal mulai mempertanyakan arti kebebasan yang selama ini dimaknainya. Cintanya pada Rahmat tak terbendung. Tapi, bayang bayang dosa dan masa depan pesantrennya membawa Siti pada suatu keputusan pahit.
Novel unik karya Adian Husaini ini mengungkap liku liku pemikiran dan kondisi kejiwaan sejumlah aktivis liberal di negeri antah berantah yang belum pernah terungkap dalam karya karya penulis fiksi sebelum ini. Novel ini wajib dibaca oleh para santri dan keluarga muslim yang mencintai keimanan dan berkeinginan selamat dari jeratan angan angan dan gurita liberalisme yang tiap detik menyerbu pikiran mereka.
Okeh, mumpung besok libur mari lahap novel ini malam ini juga :D
Langganan:
Postingan (Atom)



