My Follower

Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

Ternyata, mandi bikin kulit kering! Masih mau mandi ?

Siapa disini yang ngga pernah mandi? Cung!
Kalo ternyata anda ini jarang mandi sampai di tingkat orang orang di sekitar anda merasa terganggu dengan anda, you need to consult to psychiatrist right now...
Kenapa? Barangkali anda mengalami hendaya perawatan diri yang merupakan salah satu ciri adanya gangguan jiwa. Ini serius, saya tidak bercanda....

Tapi, siapa sangka, selain manfaat mandi yang banyak seperti membersihkan tubuh dari kotoran, bakteri, dan keringat, ternyata mandi juga bisa bikin kulit kering. 

Lho..... kok bisa?

Selasa, 08 Oktober 2013

Apa yang aku ingin

Mereka bilang, cinta itu tak butuh alasan......
Tapi bagiku, mencintai seseorang itu harus dengan alasan ;
Jika bersamanya, aku merasa lebih dekat dengan Allah
Jika bersamanya, aku merasa lebih dekat dengan kekasih Allah
Jika bersamanya, aku merasa lebih dekat dengan surga Allah


Selasa, 30 Juli 2013

Karena Hati Akan Selalu Terisi




Yang akan saya bahas disini bukanlah hati dalam arti sebenarnya, yaitu organ tubuh milik manusia paling besar yang terdapat di cavum abdomen regio hipokondriaka dekstra sampai epigastrium. Sungguh, bukan itu. Kalau mau tahu tentang "hati" dalam artian sebenarnya, silakan lihat gambarnya di atlas anatomi Sobotta, LOL.


Senin, 23 Juli 2012

Don't judge a book by its cover?


Saya sering sekali mendengar ungkapan seperti itu. Intinya, jangan menilai isi suatu buku dari sampulnya saja, tetapi isinya juga. Sekilas memang benar, tapi kemudian saya berfikir lagi, benarkah seperti itu? Apalagi dalam Islam khususnya buat perempuan, hijab merupakan hal yang sangat penting, menutup aurat itu WAJIB hukumnya, iya kan? Jadi nggak salah dong menilai dari covernya, karena berhijab itu tanda ketaatan. Tapi dengan catatan, cover saja tidak cukup, dalamnya juga :D


Jangan hanya gara gara quote tadi lantas enggan memperbaiki cover. Bukankah segala hal yang mahal itu pasti dibungkus dengan bungkus yang rapi dan baik? Hanya orang tertentu yang boleh menyentuhnya. Coba liat aja, pisang goreng dipinggir jalan, karena harganya murah jadi tidak memiliki cover dan semua orang bisa menyentuhnya. Bandingin sama iphone, hape yang lain juga sih, pasti ada tulisan "jangan diterima bila segel rusak", jadi hanya orang yang telah setuju membelinya yang berhak membuka segel dan menyentuh iphone tersebut. Seperti itu jugalah wanita, wanita itu terhormat maka hormatilah dirimu!

Kata ustadz Felix : 


berhijab bukan berarti paling benar, tapi menetapi kebenaran | berhijab bukan sok suci, hanya usaha menjaga kesucian :) 
berhijab bukan berarti jadi malaikat, tapi bagian dari taat | berhijab bukan berarti tiada dosa, tapi usaha maksimal jalani puasa :D


Coba direnungi, memang berhijab itu bukan jaminan seseorang suci, atau semua perbuatannya benar 100%, tapi berhijab itu salah satu tanda ketaatan pada Allah. Kita diperintahkan untuk berIslam secara kaaffah olehNya, jadi seharusnya segala perintahNya dijalani dan segala laranganNya dijauhi, tanpa terkecuali, bukan dengan memilah milah mana yang ditaati dan dijauhi sesuka hatinya.

Bener deh, bukannya sok suci atau merasa paling benar, hanya untuk jadi muslimah yng beriman secara kaaffah salah satu caranya adalah berhijab. Sama saja jika kita beribadah, kemudian pahala itu terkurangi karena kita tidak melakukan kewajiban yang lain, lebih baik sempurnakan!

Oh ya, zaman sekarang ini, penutup kepala memang menjadi mode dan trend ( aku ga bisa bilang jilbab ) bagus sih modelnya, aku sebagai wanita juga tertarik, tapi syar’ikah ? Diakhirat nanti akankah kita ditanya bagaimana model jilbabmu?Mana yang lebih penting, syar’i atau mode? Yang pernah belajar tentang hijab pasti tahu syarat jilbab yang benar itu seperti apa, kalau yang belum tahu silahkan googling atau beli buku, sekarang zaman terbuka ilmu bisa didapat darimana saja. Jadi yang seperti apa? Nggak cukup lo Cuma nutupin kepala! Tubuh wanita itu diciptakan indah, mahal dan terhormat, maka sebagai wanita hormatilah dirimu! Nggak semua orang bisa melihat, aurat itu aib! Exklusif untuk suamimu nanti! Jangan biarkan mata jelalatan itu menikmati tubuhmu nan indah dan terhormat itu, kamu berharga! Orang terhormat tahu kehormatannya! Sepertinya susah ya, ya memang! Namanya juga dunia tempatnya ujian, ujian mana ada yang gampang, pasti susah karena Allah hanya menginginkan hambaNya yang benar benar taat yang layak menghuni syurga. Jadi, inilah ujian kita, kita sanggup atau tidak.
Wah, lagi lagi saya menulis seperti ini bukan karena sok suci atau sok benar, saya hanya manusia biasa yang tentu banyak dosa. Saya hanya ingin mengingatkan, terus terang saya prihatin, untuk sementara inilah yang bisa saya lakukan. Menulis di blog, share ke social media, berharap ada yang membaca dan mendapat hidayah karenanya. Anfa’uhum linnas, itulah sebaik baik manusia menurut Rasulullah. Saya hanya berusaha menaati Allah dan RasulNya, karena tujuan hidup ini memang untuk itu kan?

Ushikum wa iyyaya, wallahu a’lam bishshawab. 

Minggu, 15 Juli 2012

SeNGENES itukah menJOMBLO?



Nama : jomblo Hobi : mojok dikamar sambil pandang-pandangan dengan layar hape disaat orang lain pada janjian satnite-an
Pacaran : exit twitter dandan, LDR : exit twitter, ke salon ketemuan, Jomblo : exit twitter, benerin genteng, sign in lagi
Pacaran : on the way LDR : on line Jomblo : mati segan hidup ogah

Dan masih banyak lagi tweet berirama senada dengan tweet diatas.  Jujur ya, aku sih males following akun yang seperti itu, nggak ada gunanya sama sekail, tapi apa mau dikata apabila sekian dari akun yang ada dalam daftar followingku sering me-retweet tweet tak berguna seperti ini, yasudah otomatis secara tidak langsung akupun membacanya. Ahahaha, ini namanya diskriminasi jomblo, benarkah seperti itu kenyataannya? Apakah yang pacaran itu lebih bahagia dari yang jomblo seperti penggambaran diatas? Aku jomblo tuh, tapi kok biasa aja ya? Jarang galau malah, paling kemarin itu galaunya gara gara nggak bisa ngerjain soal fisika dan matematika *lol. Benarkah sengenes itu? Okey, aku akan mengupas masalah ini sebisaku.

Di era globalisasi ini, sepertinya budaya pacaran memang terlihat seperti hal yang wajib. Kebanyakan sih ya, dulu sih alasannya penjajakan sebelum pernikahan. Tapi masa iya anak SMP melakukannya untuk alasan itu? Mau nikah beneran tu? Ahh, kok sepertinya tidak ya. Lalu apa tujuannya? Aku suka sama dia yaudah aku tembak aja, temenku pada punya pacar, masa aku enggak, biar bisa dipamerin ketemanku kalo aku punya pacar cantik, iseng aja pengen nyoba pacaran, aku nggak mau dibilang nggak laku ( emang dagangan apa nggak laku) dan alasan tidak masuk akal lainnya yang tidak bisa aku sebutin satu persatu. Lalu tujuan sebenarnya apa? Main main tok gitoh? Sepertinya media memang berperan penting dalam menciptakan generasi pemuda yang seperti ini, bagaimana tidak tayangan dalam tivi setiap hari itu temanya nggak jauh jauh dari cinta melulu, makanya deh, yang ada di mindset remaja jaman sekarang itu pacaran itu seperti sebuah keharusan, dan yang nggak pacaran ketinggalan jaman! Satnite menjadi sebuah kewajiban, yang enggak ngadain ritual satnite-an ngerasa terkucilkan. Bujuk rayu ditebarkan, dzikir dilupakan, namanya selalu disebut, I love you forever sayang, gitu katanya, sedangkan asma Allah tiada terucapkan. Wah, kalau generasi muda muslimin seperti ini, sepertinya kaum yahudi dan antek anteknya senang sekali, karena inilah misi mereka, menjajah secara diam diam dan ternyata manjur juga, 

Siapa sih penerus masa depan? Tentu saja pemuda dan remaja hari ini, tidak mungkin generasi yang saat ini memimpin akan memimpin selamanya, bumi ini berputar bro. Lalu apa yang diharapkan dari generasi muda yang disibukkan hal hal seperti ini? Belajar segan, ibadah ogah ogahan, pacaran terus terusan. Memang sih, tidak semua aktivitas  acaran akan berakhir dalam perzinaan, tapi setiap perzinaan bermula dari sana. Lagipula mendekati zina saja sepertinya tidak boleh.

Ahh, penulis nih sok suci! Masak sih gak pernah fall in love? Atau jangan jangan penyuka sesama jenis. Nah lo! Enggak! Apalagi yang terakhir itu, na'udzubillah banget deh. Aku juga wanita normal, makhluk yang lemah dengan segala segala bujuk kata. Rasa tertarik terhadap lawan jenis pastilah ada, itu fitrah broo, tapi tentu saja ketika rasa itu muncul aku tidak membiarkannya berkembang, mengapa? TENTU SAJA KARENA AKU TAHU AKU BELUM SIAP MENIKAH, AKU MAU KULIAH DULU WOY! Jadinya ya, sepinter pinternya memenej perasaanlah ya ditahanlah. Ada yang bilang nih, kalau suka sama orang katakan sebelum dia diambil orang. Yah, tentu aku ingin mengutarakan perasaanku, aku juga ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama denganku, tapi siapkah aku dikhitbah? Lagi lagi jawabannya tidak! Jadi, aku hanya bisa menahan perasaanku, lagipula kalau memang dia jodohku nggak akan diambil orang tu, orang namanya jodoh tuh ya udah ketulis dari sono, kalau orang yang aku suka itu diambil orang, ya berarti bukan jodohku, simpel kan?

Daripada yang pacarannya sama siapa nikahnya sama siapa, itukan lebih sakit hati. Lagian in fact, yang galau itu yang pacaran deh, kalau yang single nih ya nggak pernah tuh pusing akan hal yang belum pasti. Percaya yang pasti aja lah, jodoh udah diatur, nanti kalau udah waktunya juga akan dipertemukan, kalau sekarang masih single ya berarti memang belum saatnya. Lagipula makna cinta sering disalah kaprahi dengan yang namanya nafsu, nafsu ingin memiliki, nafsu ingin bersama. "uhibbuki fillah" gitu katanya, tapi mana mungkin cinta itu melanggar aturan dari sang Pemilik cinta? Aturan dari Sang Pemilik Cinta itu kan jangan mendekati zina, yasudah ikuti saja kalau memang mencintai karena Allah. Masak iya tega menjerumuskan orang yang disayang kedalam lembah kenistaan? Kalau sudah halal kan enak tuh, beda lagi ceritanya, segala perbuatan yang bermesra mesraan itu malah menjadi barokah dan ibadah lo kalau niatnya lillah,  jika dilakukan sebelum halal ya berarti kebalikannya.

Ya intinya gitu deh, inspirasi malam ini. Ini kan satnite, jadi banyak tweet begituan yang membuat aku terdiskriminasi sebagai jomblo. Terserah ada yang bilang aku sok suci atau apalah, tapi ini aturan agamaku, dosaku sudah banyak, dan aku tidak ingin menambah noda hitam dicatatan amalku. Hidup ini cuma persiapan buat diakhirat nanti, apalah artinya bahagia sesaat jika itu membawa sengsara di akhirat. Ushikum wa iyyaya nafsi. Wallahu a'lam bishshawab.

Selasa, 19 Juni 2012

What Makes You Beautiful

"Don't need make up to cover up
 Being the way that you are is enough"

Hayoo, kamu tahu nggak, judul lagu dari potongan lirik diatas? Yup, What makes you beautiful sung by One Direction. Secara pribadi aku setuju banget sama lirik lagu diatas! Untuk menjadi cantik, sebenarnya ngga butuh namanya make up tebal. Be yourself aja!

Kenapa ya aku suka banget bahas masalah ini? Pertama, because I'm a GIRL! Dan yang kedua karena aku lelah melihat perempuan jadi victim dari wacana media dan kaum materialistis yang hanya menganggap kecantikan itu hanyalah sebatas kecantikan fisik.

Kenapa juga aku nyalahin media? Aku berani nulis ini karena aku telah melakukan pengamatan dan riset terhadap media seumur hidupku ( eciyeh, lebay banget) . Sekarang coba lihat deh, iklan-iklan ditipi, siapa yang jadi ikonnya? Wanita cantik, putih, tinggi, langsing, seksi. Dan kebanyakan pula di iklan itu ada misi tersirat bahwa wanita yang seperti itu yang gampang membuat lelaki terpesona. Lihat juga tu, sinetron ditipi, kalau pun ada cerita cewek gendut, pasti dia akan berusaha menjadi cantik dan kemudian ketika dia sudah berubah menjadi cantik maka banyak lelaki yang mendekatinya. Ahh, basi!

Tapi tunggu dulu, apakah benar seperti itu? Apakah penting membuat orang terkagum dengan kecantikan yang kita miliki? Saya rasa semua itu TIDAK PENTING! Mengapa? Bukankah setiap wanita itu cuma mau dinikahi sama seorang lelaki? Poliandri kan haram,haha. Jadi apa gunanya membuat semua orang tertarik? Kalau ada yang bilang, aku jelek nanti nggak ada yang suka sama aku. Ah, saya rasa pendapat ini juga salah. Mengapa? Allah itu sudah mengatakan bahwa manusia itu diciptakan berpasang-pasang, siapa beliau itu pasti sudah ada cuma mungkin waktunya belum tepat dan antara pasangan itu ada yang belum siap jadi belum dipertemukan, jadi yang sabar ya! Bukan faktor cantik kok yang membuat orang itu jatuh cinta, kalau memang sudah jodoh, maka jadilah! Biarlah Allah yang menurunkan rasa itu dihati keduanya, jika Allah berkata KUN! FAYAKUN! ya kan? Dan juga cantik itu relatif, tiap orang punya penilaian berbeda. Kalau cantik itu jadi syarat untuk dicintai, kasihan dong cewek yang nggak cantik kayak aku ntar nggak nikah-nikah lagi, na'udzubillah! Jangan sampai, aku pengen nikah muda ( nah lo! ) kalau udah siap tentunya. (kok jadi curcol ya).

Dan masih menurutku juga, cantik dari hati itu lebih penting. Jujur ya, aku aja yang cewek kalau ketemu dan ngobrol sama cewek yang lembut, kaffah, pandangannya selalu menunduk, sederhana, nggak neko-neko, terkagum kagum dibuatnya. Rasanya dari tubuhnya mengeluarkan aura yang membuat kita segan dan nggak berani macam macam, justru yang seperti itu yang terlihat anggun dan berhasil membuatku iri dari relung hati yang paling dalam. Jadi, lebih baik mempercantik hati daripada ngoyo mempercantik fisik dengan barang yang tidak perlu dan menyiksa diri sendiri.  Arasso?

Tapi, kamu juga harus tetap merawat apa yang kamu miliki, jangan sampai terlihat kucel dan tidak rapi. Merawat itu tidak dilarang, yang dilarang itu adalah mengubah ciptaan Allah. Dandan juga ada batasnya ya, seperlunya aja lah. Ngga perlulah pake maskara, eye shadow, atau apalah itu namanya yang dipakein dipipi, dan juga jangan pake parfum! Itu sudah jelas larangannya, parfum hanya untuk suami saja, okey? Dan yang gemuk (kayak aku) ngga usah minder ya, yang gemuk itu justru imut loo! (bela diri sendiri ceritanya) Yah, cukup sampai disini, semoga aku cepat dapat inspirasi baru dan nulis entry baru lagi. Silahkan dikomen!