My Follower

Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Hierarki Mimpi

Disaat hidup terasa hambar, ga tentu arah, sehari hari cuma "glundung" aja ngikutin alur yang sudah ada tanpa target yang jelas ( and this is me at the moment :" ), saat itulah saat yang tepat untuk merancang masa depan lagi, supaya hidup kita ini jelas arahnya kemana, jelas tujuannya, sehingga kita pun tidak menyia nyiakan setiap langkah yang kita ambil mulai dari saat ini, supaya waktu luang yang kita punya jelas terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya dengan taking nap atau nonton drama, ya kan? :"

Bagi saya, mimpi itu sama dengan tujuan hidup, karena dengan punya mimpi saya merasa hidup saya di dunia yang hanya mampir "ngombe" ini punya tujuan yang jelas. Mimpi itu pun terbagi ke dalam sebuah mimpi yang paling besar dan mimpi mimpi kecil lainnya. Apa mimpi yang paling besar? Bersama keluarga masuk surga, bertemu Allah dan RasulNya. Karena surga lah tempat asal manusia dan kita harus mengusahakan untuk kembali kesana. Mimpi yang kecil kecil apa? Banyaaak, hihiiii, tapi ngga perlu saya sebutin disini semua yaa :3

Lalu, dalam upaya menggapai mimpi mimpi itu, mungkin ngga sih akan ada konflik antara satu mimpi dengan mimpi yang lain? Mungkin saja. Maka dari itu saya, Hanna, remah remah dek koas yang memiliki strata terendah dirumah sakit memperkenalkan sebuah teori yaitu hierarki mimpi.

Maksudnyaaa????



Rabu, 11 September 2013

How to be brave?

Selamat siang menjelang sore everyone~~~
To tell you the truth, tulisan ini pengen banget dipublish berhari hari yang lalu, tapi gara gara ga pernah nemuin ending yang bagus alias buntu jadinya publishing this post selalu tertunda.

Semoga apa yang tertulis disini bisa jadi pelajaran buat yang membaca dan satu pesan dari saya, JANGAN LAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA SEPERTI YANG SAYA LAKUKAN!


Rabu, 15 Agustus 2012

Omar Series, Bukti Rindu Kami Pada Khilafah Islamiyah


Alhamdulillah, akhirnya ada juga tayangan bermutu yang layak di tonton di televisi. Omar Series, cerita tentang kepemimpinan khalifah kedua yang ditayangkan di mnctv, yang sangat disayangkan adalah jam tayang yang tepat sekali dengan waktu shalat shubuh, aduh. Tapi jangan khawatir, bagi anda yang ketinggalan bisa menontonnya di youtube dengan meng-klik link video diatas.

Film seri ini bercerita tentang Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu, tentang bagaimana pribadi beliau dan cara beliau memimpin ummat sehingga membawa ummat Islam dalam kejayaan. Pemimpin yang sederhana yang terjun langsung untuk melihat keadaan rakyatnya tanpa sungkan. Film ini juga meluruskan fitnah terhadap sahabat nabi yang dilakukan oleh kelompok syi'ah, seperti yang ditulis hidayatullah.com disini .

Ya, kami rindu pemimpin seperti para khalifah, dimana syariat Islam tegak disitulah kedamaian dan rahmat dari Allah bertebaran sehingga membawa kemakmuran bagi bumi. Apalagi melihat kondisi saat ini, kedzaliman bertebaran dimana mana bahkan mendapat pembelaan. Kemiskinan merajalela. Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Rasanya kalau membicarakan kelemahan sistem pemerintahan saat ini tidak akan ada habisnya.

Kami benar benar rindu, tapi yakinlah, janji Allah itu pasti benar. Suatu saat nanti Islam akan kembali pada masa kejayaannya, maka dari itu marilah kita semua memperbaiki diri untuk menjadi ummat yang terbaik. Karena pemimpin itu adalah refleksi dari rakyatnya. Jika rakyatnya baik, maka baik pula pemimpinnya, tapi jika rakyatnya seperti yang kita lihat saat ini, maka pemimpin yang memimpin kita pun pemimpin yang seperti sekarang ini. Mari pantaskan diri untuk mendapat pemimpin yang kita rindukan!

Bagi para pengguna tablet android, aplikasi untuk menonton film ini telah tersedia di google play dan gratis, Silahkan klik disini .




Kamis, 02 Agustus 2012

Hidupmu, pilihanmu!

Hidup menawarkan berjuta pilihan, tapi pada intinya cuma dua yaitu : menjadi taat atau maksiat. Bebas memilih? Pasti! Tapi ingat, semua itu memiliki konsekuensi. Segala tingkah lakumu didunia ini ada yang mengawasi, yang akan menjadi saksi di hari hisabmu nanti. Surga atau neraka? Baik atau buruk? Taat atau maksiat? Semuanya ada ditanganmu. Jadi intinya, tidak ada kebebasan mutlak didunia ini, semua akan dipertanggung jawabkan kepada sang Pencipta.

Contohnya aja nih ya, masalah kuliah. ( aduh maaf, bahas itu mulu, lagian itu yg lagi aku pikirin ) Mau kuliah di dalam negri atau didalam negri, mau jurusan agama, sains, atau politik, semuanya bebas, anda yang memilih. Sulit? ya pasti dong! Resiko pasti banyak, tapi ya setauku, suatu hal yang memiliki resiko paling banyak dan membutuhkan usaha yang besar, itulah yang biasanya memiliki hasil dan kepuasan yang besar pula. Setimpal dong! Kalo usahanya cuma sebesar biji jagung ya hasilnya cuma segitu, tapi kalo usahanya segede gunung merapi, insya Allah hasilnya akan segede itu juga. Gak akan ada yang sia sia, pasti ada hasilnya entah didunia atau di akhirat, Allah tidak tidur kok!

So, mau jadi apa nanti, semua itu ada ditanganmu. Tentu saja setiap pilihan ada konsekuensinya, ada resikonya sendiri sendiri. Nggak ada yang gampang, kalo mau gampang ya jadi pengemis ( bukan maksud menghina ). Hidupmu pilihanmu, dunia ini cuma darul imtihan atau tempatnya ujian, dan ujian itu gak akan ada yang gampang, karena rewardnya pun besar : surga! Surga dengan segala kenikmatannya. Mengapa reward yang Allah janjikan begitu besar? Karena ujian kita didunia sangatlah besar, untuk melakukan kebaikan pasti ada saja rintangan menghadang, dari mulai rasa malas, sampai penghinaan. Semata mata hanya untuk menguji kita, layakkah kita hidup di surga nanti?

Bijak bijaklah memilih pilihan, cause YOLO! YOU ONLY LIVE ONCE!