My Follower

Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Hierarki Mimpi

Disaat hidup terasa hambar, ga tentu arah, sehari hari cuma "glundung" aja ngikutin alur yang sudah ada tanpa target yang jelas ( and this is me at the moment :" ), saat itulah saat yang tepat untuk merancang masa depan lagi, supaya hidup kita ini jelas arahnya kemana, jelas tujuannya, sehingga kita pun tidak menyia nyiakan setiap langkah yang kita ambil mulai dari saat ini, supaya waktu luang yang kita punya jelas terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya dengan taking nap atau nonton drama, ya kan? :"

Bagi saya, mimpi itu sama dengan tujuan hidup, karena dengan punya mimpi saya merasa hidup saya di dunia yang hanya mampir "ngombe" ini punya tujuan yang jelas. Mimpi itu pun terbagi ke dalam sebuah mimpi yang paling besar dan mimpi mimpi kecil lainnya. Apa mimpi yang paling besar? Bersama keluarga masuk surga, bertemu Allah dan RasulNya. Karena surga lah tempat asal manusia dan kita harus mengusahakan untuk kembali kesana. Mimpi yang kecil kecil apa? Banyaaak, hihiiii, tapi ngga perlu saya sebutin disini semua yaa :3

Lalu, dalam upaya menggapai mimpi mimpi itu, mungkin ngga sih akan ada konflik antara satu mimpi dengan mimpi yang lain? Mungkin saja. Maka dari itu saya, Hanna, remah remah dek koas yang memiliki strata terendah dirumah sakit memperkenalkan sebuah teori yaitu hierarki mimpi.

Maksudnyaaa????



Minggu, 29 Juni 2014

Tentang perasaan

Well, sebenarnya saya ingin sekali menuliskan tentang hal ini sejak lama. Tapi saya belum menemukan kata kata yang pas untuk memulai apa yang saya ingin utarakan, mengapa? Tahu sendirilah, urusan perasaan ini memang tidak mudah.

Sampai suatu saat saya menemukan tulisannya mbak dhira yang kurang lebih hampir sama seperti apa yang saya rasakan. Tulisannya bisa dibaca disini.

Bener banget apa yang ditulis sama mbak dhira, bahwa orang yang memutuskan untuk ngga pacaran pasti godaannya banyak, sama kayak orang yang mau berbuat baik lainnya sih, setan mana suka kalo anak adam ada yang mau berbuat baik, iya ngga?

Karena saya memutuskan untuk ngga pacaran, saya ngga bisa bilang "aku suka kamu" dengan mudahnya seperti cerita cerita di manga, karena saya sadar, perasaan itu mulia, perasaan harus dilindungi dengan sebuah ikatan dan bahkan ketika dua insan mengikat janji dipernikahan itu merupakan sebuah mitsaqan ghalidza, dan saya nggak ingin main main dengan mitsaqan ghalidza tersebut. Padahal, saya juga wanita, namanya ada rasa ya pasti pernah lah yaa, terus aku kudu piye?

Rabu, 18 Desember 2013

What do you live for?

Hidup itu buat apa sih?
Buat apa Allah menciptakan saya?
Why do I have to be exist in this world? Apa gunanya saya?
Lalu, apa yang harus saya lakukan selama saya hidup di dunia yang katanya hanya sementara ini?

Ini adalah rentetan pertanyaan yang sering saya tanyakan pada diri saya sendiri di kala sendiri, di kala sepi
Apalagi di saat saya merasa dunia hanya ingin menyakiti saya ( oke, ini lebay )

Minggu, 29 September 2013

Dear mahasiswa PBL.......

Halo everybodeeeeeh....
Maap yak, saya mau tjurtjol lagi hehew. Daripada uneg uneg yang ada didalam hati saya ini saya pendem sendiri, mending saya tulis deh, siapa tahu bermanfaat. Semoga apa yang saya tulis kali ini membuat Allah ridlo terhadap saya dan dihitung sebagai ibadah terhadapNya, amiin.....

Okey, sebelumnya kita bahas dulu apa sih PBL itu?

Rabu, 11 September 2013

How to be brave?

Selamat siang menjelang sore everyone~~~
To tell you the truth, tulisan ini pengen banget dipublish berhari hari yang lalu, tapi gara gara ga pernah nemuin ending yang bagus alias buntu jadinya publishing this post selalu tertunda.

Semoga apa yang tertulis disini bisa jadi pelajaran buat yang membaca dan satu pesan dari saya, JANGAN LAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA SEPERTI YANG SAYA LAKUKAN!


Selasa, 30 Juli 2013

Karena Hati Akan Selalu Terisi




Yang akan saya bahas disini bukanlah hati dalam arti sebenarnya, yaitu organ tubuh milik manusia paling besar yang terdapat di cavum abdomen regio hipokondriaka dekstra sampai epigastrium. Sungguh, bukan itu. Kalau mau tahu tentang "hati" dalam artian sebenarnya, silakan lihat gambarnya di atlas anatomi Sobotta, LOL.


Senin, 27 Agustus 2012

Malu

MALU.....
Kalau aku tidak sungguh sungguh dalam mencari ilmu, aku akan merasa sangat MALU pada orang tua yang telah membiayaiku dan  bekerja keras untuk itu
Kalau aku hanya menghabiskan waktuku untuk bersenang senang dan menghamburkan uang orang tuaku, aku akan merasa sangat MALU pada pemuda pemudi PALESTINA yang menghabiskan waktunya untuk menghafal al-qur'an dan berjihad membela agamanya dan tanahnya
Kalau aku menyibukkan diriku dengan tabarruj, fashion yang jauh dari syar'i dan bermewah mewah, aku akan sangat MALU pada MUSH'AB BIN UMAIR yang menanggalkan kemewahan DEMI TUHANNYA DAN AGAMANYA
Kalau aku terus ingin tahu tentang setiap detail kehidupan para artis yang serba glamour, aku akan sangat MALU pada RASULULLAH yang telah berjuang keras menyiarkan agama rahmatan lil 'alamin ini dan sangat pantas dijadikan idola dan bukan mereka
Yang sangat mengenaskan, apabila aku tahu semua detail kehidupan artis, tapi aku tidak mengenal detail kehidupan RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, na'udzubillah
Kalau yang kulakukan selama hidupku ini hanya untuk bersenang senang dan tujuannya adalah dunia, aku akan sangat malu pada YANG MENCIPTAKANKU

Karena sungguh, aku dicipta bukan untuk itu
Aku dicipta hanya untuk beribadah pada PENCIPTAKU
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya ALLAH semata


Astaghfirullahal 'adzim, inni kuntu minadzdzolimin.......

Kamis, 16 Agustus 2012

Curhat Dari Seorang Muslimah Akhir Zaman


Tulisan ini adalah curahan hati dari seorang muslimah yang ditakdirkan oleh Allah untuk hidup di akhir zaman. Zaman dimana agama berusaha dipisahkan dari kehidupan, kitab suci al-quran dianggap tidak relevan dengan zaman, yang salah dibenarkan yang benar disalahkan. Astaghfirullah!

Bingung mau mulai dari mana, terlalu banyak yang ingin aku ungkapkan, rasanya itu hampir hampir dadaku sesak setiap kali mengingat betapa Islam dihinakan!

Jikalau yang memusuhi Islam adalah kaum yahudi atau nasrani bukanlah sesuatu yang mengherankan,itu adalah sesuatu yang bahkan telah tertulis didalam alquran dalam Al-Qur’an Surat Al- Baqoroh ayat 120 :

 `s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3“t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) “y‰èd «!$# uqèd 3“y‰çlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr& y‰÷èt/ “Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <c’Í<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ  
120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Tapi, apabila yang mengobok obok agama ini adalah seorang muslim dengan dalih “melakukan ijtihad karena banyak ajaran Islam tidak sesuai dengan zaman”, mengatakan semua agama sama atas nama toleransi, menafyikan kewajiban berhijab bagi perempuan karena dianggap hanya tradisi arab, benar benar menyedihkan dan sangat menyesakkan dada, Sungguh, demi Zat yang telah menciptakan diri ini, SAYA TIDAK RELA ISLAM dibolak balik oleh akal kecil mereka dan dihina! Dan parahnya lagi, mereka berusaha menyebarkan paham sesat mereka kepada masyarakat, ini bahaya! Apalagi mereka menyebarkan pahamnya pada masyarakat yang belum tahu banyak tentang Islam, kasihan yang dipengaruhi itu.

Banyak sekali hal menyimpang yang telah percaya, pertama, menyatakan semua agama sama seperti terlihat dalam web milik mereka :


Padahal dalam QS AL-Kaafiruun telah dijelaskan bahwa LA A'BUDU MA TA'BUDUN, WA LA ANTUM 'ABIDUUNA MA A'BUD.

Jelas sekali, bahwa yang orang Muslim sembah dan nonmuslim sembah adalah berbeda, kita tidak
menyembah apa yang mereka sembah, dan mereka tidak menyembah apa yang kita sembah.Di surat tersebut juga memiliki arti toleransi, tapi toleransi dalam Islam cukup dengan lakum dinukum waliya din, bukan dengan mengatakan semua agama benar dan meyakinini apa yang mereka yakini. Dalam mu’amalah, kita harus memperlakukan mereka dengan baik sama halnya dengan kita memperlakukan sesama muslim, dan bahkan kita juga dilarang menghina sesembahan mereka. Mau ngajarin toleransi ke Islam? Sama aja tuh kayak ngajarin ikan berenang. Toleransi yang mereka maksud itu sih bukan toleransi, udah kelewatan itu mah

Lagi, alasan mereka membuat “paham baru terhadap Islam” itu karena Islam sudah tidak relevan dengan zaman. Katanya mereka, Umar bin Khattab saja melakukan ijtihad, jadi kita juga. Lagipula meskipun salah, orang yang melakukan ijtihad itu tetap mendapat satu pahala. Duh, asbun ini namanya. Umar bin Khattab itu melakukan ijtihad untuk hal hal yang tidak tertulis di dalam Al-Quran dan sunnah, lagipula untuk melakukan ijtihad itu ada syaratnya, gak semua orang bisa melakukan ijtihad kali bang -________-.

Apalagi dengan tega menyatakan bahwa pelanggaran HAM paling banyak terjadi di dunia Islam, maka ummat Islam harus banyak belajar kepada Amerika seperti dikutip disini. Aduh, gak relaaa agamaku dihina kayak gini. Padahal menurut data Amnesti internasional, pelanggaran HAM paling banyak terjadi di Amerika. Lagipula jelas tuh, saudara kita di Palestina, Irak, Rohingya, dan dipenjuru dunia yang lain jelas jelas diperangi dan disiksa, tapi emang merka pernah belain? Belainnya Amerika mulu ckckck.


Ajaran Islam itu lengkap,janganlah bilang ga sesuai zaman. Alqur'an pun demikian, ini sama aja menghina Allah, sama aja mengingkari rukun iman,yaitu percaya pada Allah dan pada kitabNya! Kalau difikir dengan akal, mana mungkin seorang laki laki berdiri sendiri dengan berani menyebarkan agama yang bertentangan dengan paham yang dianut semua orang di daerahnya ketika itu, dan akhirnya agama itu bertahan sampai sekarang? Bahkan isi alquran tidak berubah    sama sekali. Kekuatan Maha Hebat seperti apa yang berada di balik semua ini? Akal manusia terbatas, maka dari itu jangan sesekali menuhankan akal

Salah seorang dari mereka pun menyatakan bahwa Islam itu harus mengikuti zaman, nyatanya saja syariat berubah dari nabi nabi yang terdahulu. Yah, ini mah makan omongan sendiri. Memang seperti itu, tapi bukan berubah, konsepnya tetap tauhid, yang terdahulu belum sempurna dan Islamlah yang menyempurnakan karena Rasulullah adalah Nabi terakhir yang tidak ada nabi setelahnya, Lagipula perubahan itu kan atas wahyu dari Allah bukan inisiatif sang Nabi itu sendiri.  Jadi, ISLAM itu akan terus relevan sampai akhir zaman! Mengapa? Karena Rasulullah adalah utusan Allah yang terakhir, tiada nabi yang akan datang setelah beliau. Artinya, nggak akan ada lagi yang akan menjadi nasikh dari agama ini

Seandainya semua agama sama, untuk apa Rasulullah berdakwah mengorbankan segala jiwa raganya untuk menyebarkan agama ini ke seantero dunia? Coba kita membuka mata dan membaca kisah Rasulullah dalam perjuangnya menyebarkan Islam. Bagaimana beliau tidak takut akan mendapat siksaan berganda dari kaumnya ketika itu? Lihat saja bagaimana beliau mendapat banyak tekanan dari kaum quraisy ketika itu. Mengapa bisa seperti itu? Risiko seperti itu tidak masuk dalam perhitungannya, karena itu adalah perintah Allah baginya untuk membertitahu mana yang haq dan bathil. Dikala suatu saat beliau merasa bahwa ejekan dan celaan terhadap dirinya semakin meningkat. Maka beliau kembali ke rumah dalam keadaan duka dan kecewa. Tiba tiba suara langit mengetuk pintu hatinya dan wahyu segera datang, menyampaikan perintah untuk berdakwah, yaitu surat al-muddatstsir.

Sungguh, melihat perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam menyebarkan Islam, saya tidak rela agama ini diobok obok dan dirubah disana sini. Jangan menuhankan akal, karena akal manusia itu sangat terbatas. Marilah taat kepada Allah dan segala hukumNya, karena Dialah pencipta kita yang pasti tahu kelemahan kita dan tahu mana yang terbaik untuk kita.

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tulis, tapi sepertinya sudah terlalu lama didepan laptop, aku juga punya hidup didunia nyata hehehe. Insya Allah aku akan meneruskan dilain waktu. Jujur, ketika menonton film Omar aku menangis, rindu ketika sari’ah Islam ditegakkan. Rindu akan hadirnya pemimpin yang tegas apalagi terhadap aqidah. Jika ada dari tulisanku yang benar, maka itu datangnya dari Allah, jika ada yang salah maka itu datangnya dari diri penulis sendiri, jangan 
salahkan Islam apalagi Allah. Wallahu a’lam bishshawab.

Senin, 23 Juli 2012

Don't judge a book by its cover?


Saya sering sekali mendengar ungkapan seperti itu. Intinya, jangan menilai isi suatu buku dari sampulnya saja, tetapi isinya juga. Sekilas memang benar, tapi kemudian saya berfikir lagi, benarkah seperti itu? Apalagi dalam Islam khususnya buat perempuan, hijab merupakan hal yang sangat penting, menutup aurat itu WAJIB hukumnya, iya kan? Jadi nggak salah dong menilai dari covernya, karena berhijab itu tanda ketaatan. Tapi dengan catatan, cover saja tidak cukup, dalamnya juga :D


Jangan hanya gara gara quote tadi lantas enggan memperbaiki cover. Bukankah segala hal yang mahal itu pasti dibungkus dengan bungkus yang rapi dan baik? Hanya orang tertentu yang boleh menyentuhnya. Coba liat aja, pisang goreng dipinggir jalan, karena harganya murah jadi tidak memiliki cover dan semua orang bisa menyentuhnya. Bandingin sama iphone, hape yang lain juga sih, pasti ada tulisan "jangan diterima bila segel rusak", jadi hanya orang yang telah setuju membelinya yang berhak membuka segel dan menyentuh iphone tersebut. Seperti itu jugalah wanita, wanita itu terhormat maka hormatilah dirimu!

Kata ustadz Felix : 


berhijab bukan berarti paling benar, tapi menetapi kebenaran | berhijab bukan sok suci, hanya usaha menjaga kesucian :) 
berhijab bukan berarti jadi malaikat, tapi bagian dari taat | berhijab bukan berarti tiada dosa, tapi usaha maksimal jalani puasa :D


Coba direnungi, memang berhijab itu bukan jaminan seseorang suci, atau semua perbuatannya benar 100%, tapi berhijab itu salah satu tanda ketaatan pada Allah. Kita diperintahkan untuk berIslam secara kaaffah olehNya, jadi seharusnya segala perintahNya dijalani dan segala laranganNya dijauhi, tanpa terkecuali, bukan dengan memilah milah mana yang ditaati dan dijauhi sesuka hatinya.

Bener deh, bukannya sok suci atau merasa paling benar, hanya untuk jadi muslimah yng beriman secara kaaffah salah satu caranya adalah berhijab. Sama saja jika kita beribadah, kemudian pahala itu terkurangi karena kita tidak melakukan kewajiban yang lain, lebih baik sempurnakan!

Oh ya, zaman sekarang ini, penutup kepala memang menjadi mode dan trend ( aku ga bisa bilang jilbab ) bagus sih modelnya, aku sebagai wanita juga tertarik, tapi syar’ikah ? Diakhirat nanti akankah kita ditanya bagaimana model jilbabmu?Mana yang lebih penting, syar’i atau mode? Yang pernah belajar tentang hijab pasti tahu syarat jilbab yang benar itu seperti apa, kalau yang belum tahu silahkan googling atau beli buku, sekarang zaman terbuka ilmu bisa didapat darimana saja. Jadi yang seperti apa? Nggak cukup lo Cuma nutupin kepala! Tubuh wanita itu diciptakan indah, mahal dan terhormat, maka sebagai wanita hormatilah dirimu! Nggak semua orang bisa melihat, aurat itu aib! Exklusif untuk suamimu nanti! Jangan biarkan mata jelalatan itu menikmati tubuhmu nan indah dan terhormat itu, kamu berharga! Orang terhormat tahu kehormatannya! Sepertinya susah ya, ya memang! Namanya juga dunia tempatnya ujian, ujian mana ada yang gampang, pasti susah karena Allah hanya menginginkan hambaNya yang benar benar taat yang layak menghuni syurga. Jadi, inilah ujian kita, kita sanggup atau tidak.
Wah, lagi lagi saya menulis seperti ini bukan karena sok suci atau sok benar, saya hanya manusia biasa yang tentu banyak dosa. Saya hanya ingin mengingatkan, terus terang saya prihatin, untuk sementara inilah yang bisa saya lakukan. Menulis di blog, share ke social media, berharap ada yang membaca dan mendapat hidayah karenanya. Anfa’uhum linnas, itulah sebaik baik manusia menurut Rasulullah. Saya hanya berusaha menaati Allah dan RasulNya, karena tujuan hidup ini memang untuk itu kan?

Ushikum wa iyyaya, wallahu a’lam bishshawab. 

Minggu, 15 Juli 2012

SeNGENES itukah menJOMBLO?



Nama : jomblo Hobi : mojok dikamar sambil pandang-pandangan dengan layar hape disaat orang lain pada janjian satnite-an
Pacaran : exit twitter dandan, LDR : exit twitter, ke salon ketemuan, Jomblo : exit twitter, benerin genteng, sign in lagi
Pacaran : on the way LDR : on line Jomblo : mati segan hidup ogah

Dan masih banyak lagi tweet berirama senada dengan tweet diatas.  Jujur ya, aku sih males following akun yang seperti itu, nggak ada gunanya sama sekail, tapi apa mau dikata apabila sekian dari akun yang ada dalam daftar followingku sering me-retweet tweet tak berguna seperti ini, yasudah otomatis secara tidak langsung akupun membacanya. Ahahaha, ini namanya diskriminasi jomblo, benarkah seperti itu kenyataannya? Apakah yang pacaran itu lebih bahagia dari yang jomblo seperti penggambaran diatas? Aku jomblo tuh, tapi kok biasa aja ya? Jarang galau malah, paling kemarin itu galaunya gara gara nggak bisa ngerjain soal fisika dan matematika *lol. Benarkah sengenes itu? Okey, aku akan mengupas masalah ini sebisaku.

Di era globalisasi ini, sepertinya budaya pacaran memang terlihat seperti hal yang wajib. Kebanyakan sih ya, dulu sih alasannya penjajakan sebelum pernikahan. Tapi masa iya anak SMP melakukannya untuk alasan itu? Mau nikah beneran tu? Ahh, kok sepertinya tidak ya. Lalu apa tujuannya? Aku suka sama dia yaudah aku tembak aja, temenku pada punya pacar, masa aku enggak, biar bisa dipamerin ketemanku kalo aku punya pacar cantik, iseng aja pengen nyoba pacaran, aku nggak mau dibilang nggak laku ( emang dagangan apa nggak laku) dan alasan tidak masuk akal lainnya yang tidak bisa aku sebutin satu persatu. Lalu tujuan sebenarnya apa? Main main tok gitoh? Sepertinya media memang berperan penting dalam menciptakan generasi pemuda yang seperti ini, bagaimana tidak tayangan dalam tivi setiap hari itu temanya nggak jauh jauh dari cinta melulu, makanya deh, yang ada di mindset remaja jaman sekarang itu pacaran itu seperti sebuah keharusan, dan yang nggak pacaran ketinggalan jaman! Satnite menjadi sebuah kewajiban, yang enggak ngadain ritual satnite-an ngerasa terkucilkan. Bujuk rayu ditebarkan, dzikir dilupakan, namanya selalu disebut, I love you forever sayang, gitu katanya, sedangkan asma Allah tiada terucapkan. Wah, kalau generasi muda muslimin seperti ini, sepertinya kaum yahudi dan antek anteknya senang sekali, karena inilah misi mereka, menjajah secara diam diam dan ternyata manjur juga, 

Siapa sih penerus masa depan? Tentu saja pemuda dan remaja hari ini, tidak mungkin generasi yang saat ini memimpin akan memimpin selamanya, bumi ini berputar bro. Lalu apa yang diharapkan dari generasi muda yang disibukkan hal hal seperti ini? Belajar segan, ibadah ogah ogahan, pacaran terus terusan. Memang sih, tidak semua aktivitas  acaran akan berakhir dalam perzinaan, tapi setiap perzinaan bermula dari sana. Lagipula mendekati zina saja sepertinya tidak boleh.

Ahh, penulis nih sok suci! Masak sih gak pernah fall in love? Atau jangan jangan penyuka sesama jenis. Nah lo! Enggak! Apalagi yang terakhir itu, na'udzubillah banget deh. Aku juga wanita normal, makhluk yang lemah dengan segala segala bujuk kata. Rasa tertarik terhadap lawan jenis pastilah ada, itu fitrah broo, tapi tentu saja ketika rasa itu muncul aku tidak membiarkannya berkembang, mengapa? TENTU SAJA KARENA AKU TAHU AKU BELUM SIAP MENIKAH, AKU MAU KULIAH DULU WOY! Jadinya ya, sepinter pinternya memenej perasaanlah ya ditahanlah. Ada yang bilang nih, kalau suka sama orang katakan sebelum dia diambil orang. Yah, tentu aku ingin mengutarakan perasaanku, aku juga ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama denganku, tapi siapkah aku dikhitbah? Lagi lagi jawabannya tidak! Jadi, aku hanya bisa menahan perasaanku, lagipula kalau memang dia jodohku nggak akan diambil orang tu, orang namanya jodoh tuh ya udah ketulis dari sono, kalau orang yang aku suka itu diambil orang, ya berarti bukan jodohku, simpel kan?

Daripada yang pacarannya sama siapa nikahnya sama siapa, itukan lebih sakit hati. Lagian in fact, yang galau itu yang pacaran deh, kalau yang single nih ya nggak pernah tuh pusing akan hal yang belum pasti. Percaya yang pasti aja lah, jodoh udah diatur, nanti kalau udah waktunya juga akan dipertemukan, kalau sekarang masih single ya berarti memang belum saatnya. Lagipula makna cinta sering disalah kaprahi dengan yang namanya nafsu, nafsu ingin memiliki, nafsu ingin bersama. "uhibbuki fillah" gitu katanya, tapi mana mungkin cinta itu melanggar aturan dari sang Pemilik cinta? Aturan dari Sang Pemilik Cinta itu kan jangan mendekati zina, yasudah ikuti saja kalau memang mencintai karena Allah. Masak iya tega menjerumuskan orang yang disayang kedalam lembah kenistaan? Kalau sudah halal kan enak tuh, beda lagi ceritanya, segala perbuatan yang bermesra mesraan itu malah menjadi barokah dan ibadah lo kalau niatnya lillah,  jika dilakukan sebelum halal ya berarti kebalikannya.

Ya intinya gitu deh, inspirasi malam ini. Ini kan satnite, jadi banyak tweet begituan yang membuat aku terdiskriminasi sebagai jomblo. Terserah ada yang bilang aku sok suci atau apalah, tapi ini aturan agamaku, dosaku sudah banyak, dan aku tidak ingin menambah noda hitam dicatatan amalku. Hidup ini cuma persiapan buat diakhirat nanti, apalah artinya bahagia sesaat jika itu membawa sengsara di akhirat. Ushikum wa iyyaya nafsi. Wallahu a'lam bishshawab.

Jumat, 13 Juli 2012

Aku dan Maestro

Maestro? Apa atau siapa? Maestro adalah nama dari kumpulan dari angkatanku yang pandai berkreasi. Menjadi bagian dari mereka adalah suatu halyang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, karena aku bukanlah seseorang yang berjiwa dan berbakat seni. Jujur aku akui, pertama kali menjadi bagian dari mereka aku sempat ragu, aku bisa apa? Apa kontribusi yang bisa kuberikan buat mereka? Lagipula, aku belum banyak mengenal mereka. Tapi, segala prasangkaku diawal telah berubah menjadi sebuah kesyukuran diakhirnya nanti karena aku merasakan sebuah pengalaman yang begitu manis bersama mereka, yang mengajarkanku arti kerjasama, kerja keras, dan toleransi. They're the best thing that's ever being mine!

Pada awalnya, aku tidak mengerti sama sekali dengan hal lukis melukis, karena alasan aku menjadi bagian kesenian adalah karena aku bisa sedikit bermain keyboard. Aku baru tahu, kalau ternyata untuk menghasilkan ribuan warna hanya dibutuhkan tiga warna dasar, yaitu kuning, merah dan biru. Pertaman kali mencium bau pigmen pun aku kaget karena baunya sangat menyengat. Berhari hari kulalui bersama mereka, ternyata baru kusadari mereka sangat berperan dalam segala acara yang sebelumnya tidak pernah aku sadari. Segala pekerjaannya membutuhkan kerja keras dan kerja sama, tidak boleh ada unsur egoisme disini, alhamdulillah kami mempunya ketua yang sangat bijaksana sehingga hampir tidak pernah ada perselisihan yang berarti, meskipun ada hanyalah masalah kecil yang akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Berkarya semalam suntuk, sampai tertidur dibawah langit, atau didalam auditorium pun sering dilakukan, indahnya ya! AKu ingat, suatu malam tangga untuk memasang leter di background auditoriu sedang rusak, dan untuk memasangnya kamipun mencari tangga pengganti. Dan akhirnya kami menemukan tangga untuk memperbaiki lampu jalan yang tinggi sekali, dan akhirnya kami membawanya bersama kedalam auditorium. Melelahkan memang, tapi kami bersama dan kami bahagia, sehingga rasa lelah itu pun musnah seketika.

Kalau aku ceritakan satu persatu mungkin tidak akan ada habisnya, intinya kebersamaan dengan mereka adalah salah satu hal terindah dalam hidupku. Hampir dua tahun kulalui tapi masa itu tetap saja indah jika aku mengingatnya. Mereka adalah kakak kakak yang baik, terimakasih atas semuanya ya. Maafkan aku, atas keegoisan dan segala kesalahan yang sering kulakukan. AKu sadar kalau aku sering merpotkan, hahaha. Terimakasih ya Maestro, you are the best thing that ever being mine!

Senin, 18 Juni 2012

Ini Ceritaku


Jujur ya, aku ini tipe orang yang suka mikir, dari yang jelas sampe yang g jelas. Sering diam, tapi sebenernya dalam diam itu aku mikir entah apa, tapi kebanyakan Cuma mandeg di diary bahkan lebih parah lagi cuma mandeg dipikiran, jadi sekali kali aku share, smoga bermanfaat ya! 
Critanya nih yee, aku tu klo berangkat bimbel naik bus, trus angkot 1 kali ganti, biasalah ngga boleh naik motor jauh jauh sama ortu dan lagi jalan Semarang-Demak lumayan mengerikan. Tapi dari situ aku banyak ngeliat kejadian yang menyayat hati, tau sendirilah, yang naik angkot itu siapa, yang penting anggota DPR g ada yang naik angkot *lol*. Aku tu sering aja memperhatikan orang orang diangkot itu, ya sambil berfikir, sambil bersyukur tapi g jarang juga sambil istighfar *ngliat yg g baik soalnya, hehe*
Pernah kejadian suatu hari, ada ibu ibu naik angkot sama anaknya, penampilannya *maaf* lumayan lusuh. Nah, waktu mau turun dari angkot itu, entah kenapa si anak tu berhenti ditengah pintu angkot, padahal yang mau turun lumayan banyak. Nah, si ibu itu udah keliatan emosi, ditariklah anak itu, waktu udah turun, si Ibu bilang gini : Goblok! Koe ngopo mandeg ning tengah? Bla bla bla *sambil nyubit anaknya*. Kebayang ngga muka anak itu kaya gimana? Kasihan banget, melas banget pek! Aku cuma bisa mandangin anak itu sampe hilang dari pandangan, sambil mendoakan, Ya Allah, smoga Allah memberimu kekuatan dek........
Hikmah yang aku ambil dari sini, ini loo alesan mengapa wanita itu harus berilmu, biar bisa mendidik anak, al-ummu madrosah na’am? Ini juga yang bikin aku sempat pengen ngambil kuliah di fak. Psikologi.  Apa yang ibu itu lakuin pasti bekas banget disanubari anaknya, apalagi anak itu masih balita, masih usia emas, harus dididik yang baik-baik, soalnya apapun kejadian itu bakalan terpatri dalam memori anak itu sampe tua nanti. Jujur aku sedih banget, aku kasihan sama adeknya itu, muka melasnya itu ngga nguatin, masih kecil n polos banget, gara-gara kesalahan kayak gini aja dimarahin segitunya, dicubit lagi, padahal harusnya bisa diomongin baik baik, namanya juga anak kecil, aku ngga tega, wahh mata langsung panas nii, sok ngambil tisu terus ngucek mata, aku emosional banget sih, jadi gini dehh *ini perasaannya udah ditahan tahan, tapi masih kayak gini*:p
Sebenernya masih banyak lagi critanya, aku sering ngalamin yang kaya gini sihh, mulai dari penjual rokok yang pincang, penjual koran yang tangannya cuma satu, dengerin curcolnya pak sopir angkot yang sepi penumpang juga sering, kwkwkwkw. Tapi takut kepanjangan ntar yang baca jadi males, aku udahin disini aja. Ya klo liat kejadian kayak gitu, aku cuma bisa doain mereka, smoga Allah memberi mereka kekuatan. Bukannya aku nganggep mereka lemah atau meremehkan mereka, karena yang aku tau dan yang aku rasain sebagai manusia, manusia itu ngga ada apa apanya, lemah banget, maka harus selalu minta kekuatan sama YANG MAHA KUAT! Kekuatan yang kita miliki sekarang kan juga bukan punya kita, tapi PEMBERIAN dari ZAT YANG MAHA KUAT iya too?