My Follower

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Hierarki Mimpi

Disaat hidup terasa hambar, ga tentu arah, sehari hari cuma "glundung" aja ngikutin alur yang sudah ada tanpa target yang jelas ( and this is me at the moment :" ), saat itulah saat yang tepat untuk merancang masa depan lagi, supaya hidup kita ini jelas arahnya kemana, jelas tujuannya, sehingga kita pun tidak menyia nyiakan setiap langkah yang kita ambil mulai dari saat ini, supaya waktu luang yang kita punya jelas terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya dengan taking nap atau nonton drama, ya kan? :"

Bagi saya, mimpi itu sama dengan tujuan hidup, karena dengan punya mimpi saya merasa hidup saya di dunia yang hanya mampir "ngombe" ini punya tujuan yang jelas. Mimpi itu pun terbagi ke dalam sebuah mimpi yang paling besar dan mimpi mimpi kecil lainnya. Apa mimpi yang paling besar? Bersama keluarga masuk surga, bertemu Allah dan RasulNya. Karena surga lah tempat asal manusia dan kita harus mengusahakan untuk kembali kesana. Mimpi yang kecil kecil apa? Banyaaak, hihiiii, tapi ngga perlu saya sebutin disini semua yaa :3

Lalu, dalam upaya menggapai mimpi mimpi itu, mungkin ngga sih akan ada konflik antara satu mimpi dengan mimpi yang lain? Mungkin saja. Maka dari itu saya, Hanna, remah remah dek koas yang memiliki strata terendah dirumah sakit memperkenalkan sebuah teori yaitu hierarki mimpi.

Maksudnyaaa????



Senin, 13 Oktober 2014

Dracula untold, fiksi atau fakta?

Ceritanya saya dan teman teman tertarik nonton film ini karena kami menyangka film ini adalah film horror. Instead of Annabel, akhirnya kami memutuskan nonton Dracula Untold, karena menurut beberapa teman yang udah nonton annabel katanya sih kurang menarik.


Dan jadilah saya nonton film ini, tapi awal film ini aja udah bikin saya kaget, bukan karena kaget nyeremin sih, tapi karena film ini menyebutkan Sultan Mehmed II dan menggambarkan beliau jauh dari apa yang saya yakini selama ini.Seketika itu juga saya langsung mbatin ( ngomong dalam hati ), wah film ini ngga bener nih -___________-

Jadi, ada banyak hal yang ganjel di hati saya sebagai seorang muslim :

Minggu, 03 November 2013

Buat apa benci?

Ceritanya nih yaa, beberapa hari yang lalu saya ini lagi sebel sama seseorang, mendekati level benci malahan.
Tapi alhamdulillah, Allah masih mengingatkan saya......

Dalam diam saya berfikir, buat apa saya benci? Apa keuntungannya buat saya? Dan apakah dengan rasa benci itu bisa bisa mengubah sikapnya?

Senin, 14 Oktober 2013

Woi, sok bijak bingit lu!

"Berdoa kok di facebook"
"Dih, isi tuitnya pencitraan doang, sok alim"
Dan berbagai kalimat sejenis yang sering saya temui di timeline twitter ataupun di wall facebook, intinya nyinyirin orang lain.

Jujur, saya sih amat sangat ngga setuju sama kalimat diatas. Salah ya jika seseorang ingin menebar kebaikan?

Minggu, 29 September 2013

Dear mahasiswa PBL.......

Halo everybodeeeeeh....
Maap yak, saya mau tjurtjol lagi hehew. Daripada uneg uneg yang ada didalam hati saya ini saya pendem sendiri, mending saya tulis deh, siapa tahu bermanfaat. Semoga apa yang saya tulis kali ini membuat Allah ridlo terhadap saya dan dihitung sebagai ibadah terhadapNya, amiin.....

Okey, sebelumnya kita bahas dulu apa sih PBL itu?

Rabu, 11 September 2013

How to be brave?

Selamat siang menjelang sore everyone~~~
To tell you the truth, tulisan ini pengen banget dipublish berhari hari yang lalu, tapi gara gara ga pernah nemuin ending yang bagus alias buntu jadinya publishing this post selalu tertunda.

Semoga apa yang tertulis disini bisa jadi pelajaran buat yang membaca dan satu pesan dari saya, JANGAN LAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA SEPERTI YANG SAYA LAKUKAN!


Selasa, 30 Juli 2013

Karena Hati Akan Selalu Terisi




Yang akan saya bahas disini bukanlah hati dalam arti sebenarnya, yaitu organ tubuh milik manusia paling besar yang terdapat di cavum abdomen regio hipokondriaka dekstra sampai epigastrium. Sungguh, bukan itu. Kalau mau tahu tentang "hati" dalam artian sebenarnya, silakan lihat gambarnya di atlas anatomi Sobotta, LOL.


Senin, 08 April 2013

Jangan Menuntut Allah Untuk Memenuhi Permintaanmu!

Assalamualaikum, lama ga nulis blog nih

Semester dua ini amazing sekali, kuliahnya mulai padat merayap plus kegiatan nonkuliah, jadinya waktu buat nulis blog berkurang, kalau ada waktu luang sih biasanya sibuk baca buku buat ngobatin rasa penasaran saya tentang mekanisme fisiologis dan patologis yang terjadi dalam tubuh .

Eh, engga ding, kalimat diatas cuma alasan aja, pencitraan doang *huahahahaha* sebenernya ada banyak waktu tapi saya sendiri yang belum bisa menggunakan dan memaksimalkan dengan baik. Iye, waktunya banyak dipake buat tidur, gimana engga ya, jam sembilan udah tepar tak berdaya diatas kasur, tanda tanda pecinta kasur kronis, aku kudu piye yaaa biar sembuh dari penyakit ini  -________-

Oke, cukup curcolnya. Saya mau tanya nih, pernah nggak, kalian merasa udah belajar mati matian, eh ternyata dapet nilai pas-pasan, dan teman kita yang bahkan engga belajar malah mendapat nilai memuaskan. Pernah nggak? Kalo aku sih bukan pernah lagi, sering malah, haha. Perasaan doa juga udah sering banget, tapi hasilnya selalu ga memuaskan. Terus gimana dong? Ngerasa dunia ini engga adil terus mau protes sama Allah gitu ?

Tarik maaaang ~~>

Senin, 18 Februari 2013

REALISTIS!

Yang kaya dan yang miskin semuanya akan berakhir ditempat yang sama
Berawal dari sebuah ketidak sengajaan, ketika saya berjalan jalan di dunia maya sedang mencari sesuatu yang bisa menginspirasi saya dan akhirnya entah kenapa, bagaimana bisa, akhirnya saya menemukan situs andyoctavian.org . Alhamdulillah, isi blognya inspiratif sekali.

Intinya, hidup itu harus REALISTIS! Mungkin selama ini sebagian orang menganggap mereka yang yang sangat memperhatikan agamanya dan berusaha berada dikalangan orang yang shalih dengan sebutan sok idealis, tidak realistis, dan anggapan negatif lainnya.

Padahal, faktanya hidup didunia ini cuma sementara. Cuma mampir sebentar. Sedangkan kehidupan abadi itu diakhirat nanti. Bagaimana kehidupan kita di akhirat nanti amat sangat ditentukan oleh kehidupan kita di dunia. Semua orang, baik itu kaya miskin, cantik jelek, berpangkat ataupun tidak, semuanya akan mati. Terkubur didalam tanah, menuju sebuah alam yang kita tidak diberi pengetahuan tentangnya. Yang mungkin bahkan sebagian scientist yang menuhankan akal dan rasio menolak keberadaan alam itu disebabkan tidak ada bukti nyata yang bisa menjelaskan keberadaan alam itu.

Jadi, dengan melihat kenyataan ini, sebenarnya siapa yang realistis dan tidak realistis? Tanya pada hati nurani anda dan anda akan tahu jawabannya.

Akan tiba suatu hari, HARI KEADILAN, dimana perbuatan baik dan buruk sekecil apapun akan diperlihatkan. Mengapa HARI KEADILAN itu ada? Untuk memberikan keadilan pada setiap manusia, karena kita sering menemukan ketidak-adilan didunia ini karena ulah manusia. Lihat saja, Para koruptor bebas berkeliaran, perzinaan menjadi seperti barang legal yang ada dimana mana, Israel dengan pongahnya berusaha merebut tanah Palestina tanpa ada usaha pencegahan dari badan perdamaian dunia. Adilkah? Tentu saja kita geram, bagaimana bisa koruptor itu bermewah mewah sedangkan masih banyak rakyat indonesia yang tidur dibawah kolong jembatan. Tapi Allah itu Maha Adil, Maka di HARI KEADILAN itu, semua akan mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya.

Maka dari itu, karena Allah itu Maha Adil.....
Akankah sama orang yang berbuat shalih dan tidak?
Akankah sama orang yang menahan nafsunya dan tidak?
Akankah sama orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah dan tidak?
Akankah sama, seorang pemuda yang berada di ranah konflik. Disana ia tak henti menyebut asma Tuhannya, menghafal alqur'an, berani mati membela agamanya, berusaha keras dengan segenap kekuatannya untuk bertahan hidup, bekerja keras untuk menunjukkan kesungguhannya kepada Allah, dengan pemuda yang berada di ranah yang aman tetapi dia lalai, berasyik dengan musik, dan berfoya dengan harta orang tua?

Wallahu a'lam bishshawab.




Senin, 21 Januari 2013

Senja yang selalu memesona

Well. Senja dengan semburat jingganya itu selalu bisa mengambil perhatianku. Sebagai akibatnya aku tak tahu seberapa banyak foto senja yang sudah aku ambil. Masya Allah, warnanya itu benar benar memanjakan mata. Di saat yang sama aku terpesona atas Kuasa Tuhanku, dan disaat yang sama aku bersyukur telah dititipi secara gratis oleh Allah penglihatan yang mampu melihat lukisan langit itu.
Mengenal Allah dengan memahami alam semesta
Ya, bagiku memandang senja adalah salah satu cara bertafakkur, dan disaat yang sama aku bertakbir, bertasbih, dan bersyukur atas keindahan yang dapat kunikmati.

Senja juga menandakan siang akan berganti malam, yang memiliki arti bahwa hidup ini tidak akan selalu menyenangkan. Suatu saat akan datang masa "malam" yang gelap untuk menggantikan masa "siang" yang cerah. Hey, don't worry! Itulah cara supaya hidupmu menjadi seimbang. Apa artinya hidup kalau hidupmu selalu lurus menyenangkan? Lalu apa yang membedakan diantara manusia yang satu dengan yang lainnya? Itulah hidup, memang tak selalu indah.

Dalam menghadapi cobaan hidup, apakah itu berarti bahwa Allah ingin menyiksamu? Apakah ALlah akan meninggalkanmu? TIDAK!

What doesn't kill you make you stronger!
Allah bukan ingin menyiksamu, Allah juga tidak ingin meninggalkanmu. Pada kenyataannya dimalam hari, kita masih dapat menemukan bulan dan bintang kan? Dan lagipula, bukankah esok hari pasti matahari akan bersinar kembali? Jadi tak perlu takut dengan datangnya senja. Senja itu indah.

Senja dalam arti sebenarnya akan mengantarmu untuk bertafakkur atas ciptaan Tuha, dan akan membuatmu mampu melihat bintang dan bulan yang tidak dapat kau lihat ketika siang.

Sedangkan senja dalam arti konotasi, dialah yang membawamu pada derajat yang lebih tinggi dimata Allah, Tuhan Semesta Alam.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sudah Benarkah Puasa Kita?

Setelah membaca buku karya Mohammad Fauzil 'Adzim yang berjudul 'Mencari Ketenangan Di Tengah Kesibukan" ada sedikit perasaan takut yang merasuki kalbu saya, apalagi tentang puasa.

Kira kira,sudah benarkah  puasa yang selama ini kita kerjakan ? Ataukah ia tak memiliki arti selain pindah jam makan? Na'udzubillah.

Salah satu makna dari puasa itu adalah latihan menahan hawa nafsu. Tapi apalah artinya apabila ketika berbuka kita malah makan sepuas puasnya dengan makanan dan minuman yang berlimpah ruah. Contoh saja, berbagai macam minuman mulai dari kolak, es campur, es teh, es buah semua terhidang diatas meja. Pun begitu dengan berbagai makanan, dari makanan berat dan ringan. Semua tersedia, bahkan tak jarang sholat isya' menjadi terganggu akibat perut yang terlalu kenyang. Dan tak jarang pula makanan yang terbuang karena kita telah menyediakan makanan terlalu banyak.

Padahal salah satu arti puasa itu adalah agar kita bisa merasakan penderitaan kaum dhu'afa. Lalu apakah dengan cara cara berbuka seperti itu kita bisa merasakan penderitaan mereka?

Yah, saya merasa takut. Jangan jangan puasa saya selama ini tidak bernilai apa apa jika saya seperti itu. Sekiranya berbuka itu cukup dengan seadanya, bukan dengan mengada ada yang kadang malah membuat pengeluaran menjadi lebih besar. Rasulullah pun telah mencontohkan, bahwa beliau berbuka dengan air dan tiga butir kurma, sederhana sekali.

Semoga puasa kita masih sempat memperbaiki amalan puasa kita di hari hari kedepan, mari kita berbuka dengan makanan bersahaja secukupnya seperti yang dicontohkan Rasul kepada kita.

Ushikum wa iyyaya nafsi, wallahu a'lam bishshawab.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Just Because You're A Medical Student, Doesn't Mean You Can Be Arrogant!

Judulnya ngeriiii. Pagi pagi loo, udah nulis kayak ginian. Jangan salah, ini bukan marah marah, hanya bagian dari muhasabah yang semoga menghindarkan diri kita dari salah arah dan salah kaprah.

Jadi gini ya, menuntut ilmu adalah salah satu perbuatan mulia yang akan bernilai ibadah jika niatnya hanya untuk Allah semata, sama seperti perbuatan lainnya. Namun bila niatnya hanya untuk dunia, semata mata hanya untuk mencari pekerjaan, uang, dan martabat maka perbuatan itu akan sia sia, bahkan Allah pun mengancam  bahwa orang yang seperti itu tidak akan mencium bau surga. Na'udzubillah.

Saking tingginya penghargaan dari Allah untuk para penuntut ilmu, Dia pun mengangkat derajat bagi para penuntut ilmu beberapa derajat lebih tinggi daripada mereka yang tidak menuntut ilmu.

Dan ilmu itu sendiri pun bermacam macam dan tidak mungkin bagi satu orang untuk bisa menguasai dengan benar benar seluruh ilmu didunia ini. Saya pikir itu absurd sekali. Maka dari itu ada istilah penjurusan, setiap orang memilih jurusan ilmu yang diminatinya untuk dipelajari lebih dalam supaya apa yang didapat tidak hanya setengah setengah. Kalau zaman sekarang, kuliah kan ada jurusan jurusan tuh, itu dia pengelompokannya. Ada jurusan kedokteran umum, psikologi, pendidikan bahasa Inggris, ekonomi akuntansi dan lain sebagainya. Semuanya sama, semuanya baik! Hanya ilmu yang dipelajarilah yang berbeda, nothing else. Bahkan yang tidak sanggup untuk kuliah tapi tetap mencari ilmu dari jalur tidak formal pun baik. Yang salah itu adalah yang kuliah tapi malah malas malasan atau yang lebih parah lagi yang menggunakan alasan tidak sanggup kuliah untuk berhenti belajar. Ini anggapan yang salah, menuntut ilmu itu harus dilakukan sepanjang hayat, entah itu jalur formal maupun non formal, kita lihat saja contoh ulama terdahulu, dulu kan tidak ada istilah sekolah formal, meskipun begitu mereka tetap mengembara kemana saja dan melakukan banyak usaha agar dapat menuntut ilmu.

Jangan sampai ada perasaan lebih tinggi dan menghina jurusan lain yang "dianggap" lebih rendah. Itu hanya akan menurunkan harga diri kita. Maaf ya, saya bukan bermaksud ghibah, hanya memberi contoh hal yang saya anggap tidak baik dan tidak pantas untuk dilakukan. Semoga yang saya maksud segera sadar. Saya pernah membaca sebuah tweet yang pada intinya merendahkan jurusan agama islam dan menganggap tinggi jurusan kedokteran. Padahal itu dipost di Twitter, jaringan sosial yang bisa dibaca siapa saja, apalagi saya yakin banyak diantara followernya yang merupakan mahasiswa dari fakultas agama Islam. Jujur, dari lubuk hati yang terdalam hati saya sakit, apalagi hati orang orang dari fakultas tersebut yang membacanya.

Belajar agama Islam itu tidak semudah yang dibayangkan bro, agama Islam itu luas, dan harus berhati hati dalam belajar karena jika salah mengambil guru dan dosen bisa bisa jadi liberal, na'udzubillah. Ilmu mushtholahul hadits contohnya, mennurut saya ilmu ini lumayan rumit. Mengelompokkan hadits shohih, dho'if, dan maudhu' bukanlah hal yang mudah, dan insya Allah ilmu ini juga amat sangat bermanfaat bagi ummat. Janganlah definisikan manfaat itu cuma secara fisik saja, contohnya dokter yang mengobati pasien. Bermanfaat bagi ummat itu luas, secara spiritual, emosional, dan finansial juga bisa.

Intinya, mari kita hindarkan sifat merasa lebih tinggi dari yang lain. Mungkin perbedaan itu hanya terdapat di biaya saja, memang biaya untuk kuliah di fakultas kedokteran lebih mahal dari fakultas lainnya. Tapi tunggu dulu, memangnya uang itu uang kita sendiri? Pastinya uang dari orang tua kita, lagipula semua hanya bisa kita dapat min fadhli Rabbina, hanya dari kemurahan Tuhan kita. Lagipula bayangkan saja jika semua orang didunia ini menjadi dokter, lha siapa yang mau design bangunan? Siapa yang mau ngajar SMP? Siapa yang mau jadi polisi? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Ushikum wa iyyaya nafsi, WALLAHU A'LAM BISHSHAWAB

Senin, 27 Agustus 2012

Malu

MALU.....
Kalau aku tidak sungguh sungguh dalam mencari ilmu, aku akan merasa sangat MALU pada orang tua yang telah membiayaiku dan  bekerja keras untuk itu
Kalau aku hanya menghabiskan waktuku untuk bersenang senang dan menghamburkan uang orang tuaku, aku akan merasa sangat MALU pada pemuda pemudi PALESTINA yang menghabiskan waktunya untuk menghafal al-qur'an dan berjihad membela agamanya dan tanahnya
Kalau aku menyibukkan diriku dengan tabarruj, fashion yang jauh dari syar'i dan bermewah mewah, aku akan sangat MALU pada MUSH'AB BIN UMAIR yang menanggalkan kemewahan DEMI TUHANNYA DAN AGAMANYA
Kalau aku terus ingin tahu tentang setiap detail kehidupan para artis yang serba glamour, aku akan sangat MALU pada RASULULLAH yang telah berjuang keras menyiarkan agama rahmatan lil 'alamin ini dan sangat pantas dijadikan idola dan bukan mereka
Yang sangat mengenaskan, apabila aku tahu semua detail kehidupan artis, tapi aku tidak mengenal detail kehidupan RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, na'udzubillah
Kalau yang kulakukan selama hidupku ini hanya untuk bersenang senang dan tujuannya adalah dunia, aku akan sangat malu pada YANG MENCIPTAKANKU

Karena sungguh, aku dicipta bukan untuk itu
Aku dicipta hanya untuk beribadah pada PENCIPTAKU
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya ALLAH semata


Astaghfirullahal 'adzim, inni kuntu minadzdzolimin.......

Kamis, 16 Agustus 2012

Curhat Dari Seorang Muslimah Akhir Zaman


Tulisan ini adalah curahan hati dari seorang muslimah yang ditakdirkan oleh Allah untuk hidup di akhir zaman. Zaman dimana agama berusaha dipisahkan dari kehidupan, kitab suci al-quran dianggap tidak relevan dengan zaman, yang salah dibenarkan yang benar disalahkan. Astaghfirullah!

Bingung mau mulai dari mana, terlalu banyak yang ingin aku ungkapkan, rasanya itu hampir hampir dadaku sesak setiap kali mengingat betapa Islam dihinakan!

Jikalau yang memusuhi Islam adalah kaum yahudi atau nasrani bukanlah sesuatu yang mengherankan,itu adalah sesuatu yang bahkan telah tertulis didalam alquran dalam Al-Qur’an Surat Al- Baqoroh ayat 120 :

 `s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3“t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) “y‰èd «!$# uqèd 3“y‰çlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr& y‰÷èt/ “Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <c’Í<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ  
120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Tapi, apabila yang mengobok obok agama ini adalah seorang muslim dengan dalih “melakukan ijtihad karena banyak ajaran Islam tidak sesuai dengan zaman”, mengatakan semua agama sama atas nama toleransi, menafyikan kewajiban berhijab bagi perempuan karena dianggap hanya tradisi arab, benar benar menyedihkan dan sangat menyesakkan dada, Sungguh, demi Zat yang telah menciptakan diri ini, SAYA TIDAK RELA ISLAM dibolak balik oleh akal kecil mereka dan dihina! Dan parahnya lagi, mereka berusaha menyebarkan paham sesat mereka kepada masyarakat, ini bahaya! Apalagi mereka menyebarkan pahamnya pada masyarakat yang belum tahu banyak tentang Islam, kasihan yang dipengaruhi itu.

Banyak sekali hal menyimpang yang telah percaya, pertama, menyatakan semua agama sama seperti terlihat dalam web milik mereka :


Padahal dalam QS AL-Kaafiruun telah dijelaskan bahwa LA A'BUDU MA TA'BUDUN, WA LA ANTUM 'ABIDUUNA MA A'BUD.

Jelas sekali, bahwa yang orang Muslim sembah dan nonmuslim sembah adalah berbeda, kita tidak
menyembah apa yang mereka sembah, dan mereka tidak menyembah apa yang kita sembah.Di surat tersebut juga memiliki arti toleransi, tapi toleransi dalam Islam cukup dengan lakum dinukum waliya din, bukan dengan mengatakan semua agama benar dan meyakinini apa yang mereka yakini. Dalam mu’amalah, kita harus memperlakukan mereka dengan baik sama halnya dengan kita memperlakukan sesama muslim, dan bahkan kita juga dilarang menghina sesembahan mereka. Mau ngajarin toleransi ke Islam? Sama aja tuh kayak ngajarin ikan berenang. Toleransi yang mereka maksud itu sih bukan toleransi, udah kelewatan itu mah

Lagi, alasan mereka membuat “paham baru terhadap Islam” itu karena Islam sudah tidak relevan dengan zaman. Katanya mereka, Umar bin Khattab saja melakukan ijtihad, jadi kita juga. Lagipula meskipun salah, orang yang melakukan ijtihad itu tetap mendapat satu pahala. Duh, asbun ini namanya. Umar bin Khattab itu melakukan ijtihad untuk hal hal yang tidak tertulis di dalam Al-Quran dan sunnah, lagipula untuk melakukan ijtihad itu ada syaratnya, gak semua orang bisa melakukan ijtihad kali bang -________-.

Apalagi dengan tega menyatakan bahwa pelanggaran HAM paling banyak terjadi di dunia Islam, maka ummat Islam harus banyak belajar kepada Amerika seperti dikutip disini. Aduh, gak relaaa agamaku dihina kayak gini. Padahal menurut data Amnesti internasional, pelanggaran HAM paling banyak terjadi di Amerika. Lagipula jelas tuh, saudara kita di Palestina, Irak, Rohingya, dan dipenjuru dunia yang lain jelas jelas diperangi dan disiksa, tapi emang merka pernah belain? Belainnya Amerika mulu ckckck.


Ajaran Islam itu lengkap,janganlah bilang ga sesuai zaman. Alqur'an pun demikian, ini sama aja menghina Allah, sama aja mengingkari rukun iman,yaitu percaya pada Allah dan pada kitabNya! Kalau difikir dengan akal, mana mungkin seorang laki laki berdiri sendiri dengan berani menyebarkan agama yang bertentangan dengan paham yang dianut semua orang di daerahnya ketika itu, dan akhirnya agama itu bertahan sampai sekarang? Bahkan isi alquran tidak berubah    sama sekali. Kekuatan Maha Hebat seperti apa yang berada di balik semua ini? Akal manusia terbatas, maka dari itu jangan sesekali menuhankan akal

Salah seorang dari mereka pun menyatakan bahwa Islam itu harus mengikuti zaman, nyatanya saja syariat berubah dari nabi nabi yang terdahulu. Yah, ini mah makan omongan sendiri. Memang seperti itu, tapi bukan berubah, konsepnya tetap tauhid, yang terdahulu belum sempurna dan Islamlah yang menyempurnakan karena Rasulullah adalah Nabi terakhir yang tidak ada nabi setelahnya, Lagipula perubahan itu kan atas wahyu dari Allah bukan inisiatif sang Nabi itu sendiri.  Jadi, ISLAM itu akan terus relevan sampai akhir zaman! Mengapa? Karena Rasulullah adalah utusan Allah yang terakhir, tiada nabi yang akan datang setelah beliau. Artinya, nggak akan ada lagi yang akan menjadi nasikh dari agama ini

Seandainya semua agama sama, untuk apa Rasulullah berdakwah mengorbankan segala jiwa raganya untuk menyebarkan agama ini ke seantero dunia? Coba kita membuka mata dan membaca kisah Rasulullah dalam perjuangnya menyebarkan Islam. Bagaimana beliau tidak takut akan mendapat siksaan berganda dari kaumnya ketika itu? Lihat saja bagaimana beliau mendapat banyak tekanan dari kaum quraisy ketika itu. Mengapa bisa seperti itu? Risiko seperti itu tidak masuk dalam perhitungannya, karena itu adalah perintah Allah baginya untuk membertitahu mana yang haq dan bathil. Dikala suatu saat beliau merasa bahwa ejekan dan celaan terhadap dirinya semakin meningkat. Maka beliau kembali ke rumah dalam keadaan duka dan kecewa. Tiba tiba suara langit mengetuk pintu hatinya dan wahyu segera datang, menyampaikan perintah untuk berdakwah, yaitu surat al-muddatstsir.

Sungguh, melihat perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam menyebarkan Islam, saya tidak rela agama ini diobok obok dan dirubah disana sini. Jangan menuhankan akal, karena akal manusia itu sangat terbatas. Marilah taat kepada Allah dan segala hukumNya, karena Dialah pencipta kita yang pasti tahu kelemahan kita dan tahu mana yang terbaik untuk kita.

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tulis, tapi sepertinya sudah terlalu lama didepan laptop, aku juga punya hidup didunia nyata hehehe. Insya Allah aku akan meneruskan dilain waktu. Jujur, ketika menonton film Omar aku menangis, rindu ketika sari’ah Islam ditegakkan. Rindu akan hadirnya pemimpin yang tegas apalagi terhadap aqidah. Jika ada dari tulisanku yang benar, maka itu datangnya dari Allah, jika ada yang salah maka itu datangnya dari diri penulis sendiri, jangan 
salahkan Islam apalagi Allah. Wallahu a’lam bishshawab.

Rabu, 15 Agustus 2012

Omar Series, Bukti Rindu Kami Pada Khilafah Islamiyah


Alhamdulillah, akhirnya ada juga tayangan bermutu yang layak di tonton di televisi. Omar Series, cerita tentang kepemimpinan khalifah kedua yang ditayangkan di mnctv, yang sangat disayangkan adalah jam tayang yang tepat sekali dengan waktu shalat shubuh, aduh. Tapi jangan khawatir, bagi anda yang ketinggalan bisa menontonnya di youtube dengan meng-klik link video diatas.

Film seri ini bercerita tentang Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu, tentang bagaimana pribadi beliau dan cara beliau memimpin ummat sehingga membawa ummat Islam dalam kejayaan. Pemimpin yang sederhana yang terjun langsung untuk melihat keadaan rakyatnya tanpa sungkan. Film ini juga meluruskan fitnah terhadap sahabat nabi yang dilakukan oleh kelompok syi'ah, seperti yang ditulis hidayatullah.com disini .

Ya, kami rindu pemimpin seperti para khalifah, dimana syariat Islam tegak disitulah kedamaian dan rahmat dari Allah bertebaran sehingga membawa kemakmuran bagi bumi. Apalagi melihat kondisi saat ini, kedzaliman bertebaran dimana mana bahkan mendapat pembelaan. Kemiskinan merajalela. Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Rasanya kalau membicarakan kelemahan sistem pemerintahan saat ini tidak akan ada habisnya.

Kami benar benar rindu, tapi yakinlah, janji Allah itu pasti benar. Suatu saat nanti Islam akan kembali pada masa kejayaannya, maka dari itu marilah kita semua memperbaiki diri untuk menjadi ummat yang terbaik. Karena pemimpin itu adalah refleksi dari rakyatnya. Jika rakyatnya baik, maka baik pula pemimpinnya, tapi jika rakyatnya seperti yang kita lihat saat ini, maka pemimpin yang memimpin kita pun pemimpin yang seperti sekarang ini. Mari pantaskan diri untuk mendapat pemimpin yang kita rindukan!

Bagi para pengguna tablet android, aplikasi untuk menonton film ini telah tersedia di google play dan gratis, Silahkan klik disini .




Kamis, 02 Agustus 2012

Hidupmu, pilihanmu!

Hidup menawarkan berjuta pilihan, tapi pada intinya cuma dua yaitu : menjadi taat atau maksiat. Bebas memilih? Pasti! Tapi ingat, semua itu memiliki konsekuensi. Segala tingkah lakumu didunia ini ada yang mengawasi, yang akan menjadi saksi di hari hisabmu nanti. Surga atau neraka? Baik atau buruk? Taat atau maksiat? Semuanya ada ditanganmu. Jadi intinya, tidak ada kebebasan mutlak didunia ini, semua akan dipertanggung jawabkan kepada sang Pencipta.

Contohnya aja nih ya, masalah kuliah. ( aduh maaf, bahas itu mulu, lagian itu yg lagi aku pikirin ) Mau kuliah di dalam negri atau didalam negri, mau jurusan agama, sains, atau politik, semuanya bebas, anda yang memilih. Sulit? ya pasti dong! Resiko pasti banyak, tapi ya setauku, suatu hal yang memiliki resiko paling banyak dan membutuhkan usaha yang besar, itulah yang biasanya memiliki hasil dan kepuasan yang besar pula. Setimpal dong! Kalo usahanya cuma sebesar biji jagung ya hasilnya cuma segitu, tapi kalo usahanya segede gunung merapi, insya Allah hasilnya akan segede itu juga. Gak akan ada yang sia sia, pasti ada hasilnya entah didunia atau di akhirat, Allah tidak tidur kok!

So, mau jadi apa nanti, semua itu ada ditanganmu. Tentu saja setiap pilihan ada konsekuensinya, ada resikonya sendiri sendiri. Nggak ada yang gampang, kalo mau gampang ya jadi pengemis ( bukan maksud menghina ). Hidupmu pilihanmu, dunia ini cuma darul imtihan atau tempatnya ujian, dan ujian itu gak akan ada yang gampang, karena rewardnya pun besar : surga! Surga dengan segala kenikmatannya. Mengapa reward yang Allah janjikan begitu besar? Karena ujian kita didunia sangatlah besar, untuk melakukan kebaikan pasti ada saja rintangan menghadang, dari mulai rasa malas, sampai penghinaan. Semata mata hanya untuk menguji kita, layakkah kita hidup di surga nanti?

Bijak bijaklah memilih pilihan, cause YOLO! YOU ONLY LIVE ONCE!

Senin, 23 Juli 2012

Don't judge a book by its cover?


Saya sering sekali mendengar ungkapan seperti itu. Intinya, jangan menilai isi suatu buku dari sampulnya saja, tetapi isinya juga. Sekilas memang benar, tapi kemudian saya berfikir lagi, benarkah seperti itu? Apalagi dalam Islam khususnya buat perempuan, hijab merupakan hal yang sangat penting, menutup aurat itu WAJIB hukumnya, iya kan? Jadi nggak salah dong menilai dari covernya, karena berhijab itu tanda ketaatan. Tapi dengan catatan, cover saja tidak cukup, dalamnya juga :D


Jangan hanya gara gara quote tadi lantas enggan memperbaiki cover. Bukankah segala hal yang mahal itu pasti dibungkus dengan bungkus yang rapi dan baik? Hanya orang tertentu yang boleh menyentuhnya. Coba liat aja, pisang goreng dipinggir jalan, karena harganya murah jadi tidak memiliki cover dan semua orang bisa menyentuhnya. Bandingin sama iphone, hape yang lain juga sih, pasti ada tulisan "jangan diterima bila segel rusak", jadi hanya orang yang telah setuju membelinya yang berhak membuka segel dan menyentuh iphone tersebut. Seperti itu jugalah wanita, wanita itu terhormat maka hormatilah dirimu!

Kata ustadz Felix : 


berhijab bukan berarti paling benar, tapi menetapi kebenaran | berhijab bukan sok suci, hanya usaha menjaga kesucian :) 
berhijab bukan berarti jadi malaikat, tapi bagian dari taat | berhijab bukan berarti tiada dosa, tapi usaha maksimal jalani puasa :D


Coba direnungi, memang berhijab itu bukan jaminan seseorang suci, atau semua perbuatannya benar 100%, tapi berhijab itu salah satu tanda ketaatan pada Allah. Kita diperintahkan untuk berIslam secara kaaffah olehNya, jadi seharusnya segala perintahNya dijalani dan segala laranganNya dijauhi, tanpa terkecuali, bukan dengan memilah milah mana yang ditaati dan dijauhi sesuka hatinya.

Bener deh, bukannya sok suci atau merasa paling benar, hanya untuk jadi muslimah yng beriman secara kaaffah salah satu caranya adalah berhijab. Sama saja jika kita beribadah, kemudian pahala itu terkurangi karena kita tidak melakukan kewajiban yang lain, lebih baik sempurnakan!

Oh ya, zaman sekarang ini, penutup kepala memang menjadi mode dan trend ( aku ga bisa bilang jilbab ) bagus sih modelnya, aku sebagai wanita juga tertarik, tapi syar’ikah ? Diakhirat nanti akankah kita ditanya bagaimana model jilbabmu?Mana yang lebih penting, syar’i atau mode? Yang pernah belajar tentang hijab pasti tahu syarat jilbab yang benar itu seperti apa, kalau yang belum tahu silahkan googling atau beli buku, sekarang zaman terbuka ilmu bisa didapat darimana saja. Jadi yang seperti apa? Nggak cukup lo Cuma nutupin kepala! Tubuh wanita itu diciptakan indah, mahal dan terhormat, maka sebagai wanita hormatilah dirimu! Nggak semua orang bisa melihat, aurat itu aib! Exklusif untuk suamimu nanti! Jangan biarkan mata jelalatan itu menikmati tubuhmu nan indah dan terhormat itu, kamu berharga! Orang terhormat tahu kehormatannya! Sepertinya susah ya, ya memang! Namanya juga dunia tempatnya ujian, ujian mana ada yang gampang, pasti susah karena Allah hanya menginginkan hambaNya yang benar benar taat yang layak menghuni syurga. Jadi, inilah ujian kita, kita sanggup atau tidak.
Wah, lagi lagi saya menulis seperti ini bukan karena sok suci atau sok benar, saya hanya manusia biasa yang tentu banyak dosa. Saya hanya ingin mengingatkan, terus terang saya prihatin, untuk sementara inilah yang bisa saya lakukan. Menulis di blog, share ke social media, berharap ada yang membaca dan mendapat hidayah karenanya. Anfa’uhum linnas, itulah sebaik baik manusia menurut Rasulullah. Saya hanya berusaha menaati Allah dan RasulNya, karena tujuan hidup ini memang untuk itu kan?

Ushikum wa iyyaya, wallahu a’lam bishshawab. 

Selasa, 17 Juli 2012

Legalisasi Perjudian?

Pagi-pagi gini timelineku udah bahas masalah yang berat, legalisasi perjudian! Ga biasanya nih, biasanya kan kalo pagi itu isi timeline masih yang positif positif gitu isinya, lha kok hari ini pagi pagi udah bahas yang berat-berat, ada apa gerangan? Usut punya usut, ternyata akun @TrioMacan2000 lagi membahas masalah legalisasi perjudian di Indonesia! Nah lo, hati nuraniku sebagai seorang muslim pun terusik, penasaran deh, akhirnya aku buka juga akun twitternya dan aku baca tweet tentang legalisasi perjudian itu. Ada 52 tweet, wah panjang juga, betah ya ngetweet sebanyak itu? LOL.

Ikhtisarnya tweetnya itu seperti ini : Judi itu haram menurut agama tertentu, dan tidak dilarang oleh KUHP asalkan punya ijin. Dan katanya, dia pun ragu apakah judi dengan jelas diharamkan di al-quran, dia tidak tahu karena dia orang awam. Dan bahkan judi oleh sebagian etnis dianggap sebagai budaya. Lalu jika judi itu boleh secara hukum, mengapa selalu menjadi kontroversi?  Dulu ada judi yang legal (memiliki izin), lalu pemassalan judi terhenti karena desakan dari ummat islam seperti MUI lalu judi pun redup. Kata temen dia yang anggota DPR, yang juga ahli judi dan "ahli agama" (katanya lo, kebenarannya ga pasti) legalisasi judi pun banyak dinegara muslimpun banyak seperti di riyadh, irak, mesir, dll. Trus juga kata teman dia, status judi haram dalam Islam tidak ada ( kayaknya temannya harus belajar lagi deh ). Mengapa di Indonesia masalah judi masih jadi kontroversi? Akun itu nulis kayak gini, pengusaha kasino itu sibuk ngelobi ulama, tokoh, akademisi, dan ormas Islam untuk larang legalisasi judi di Indonesia karena akan membawa dampak buruk bagi bisnis judi dan ekonomi di negara negara tersebut. Katanya juga, dengan tidak adanya legalisasi judi, maka negara rugi. Mengapa? Karena judi gelap jalan terus sedangkan tidak satu senpun uang dari judi masuk ke kas negara. Mengapa tidak memanfaatkan perjudian resmi untuk kemakmuran bangsa dan negara? Mengapa negara mayoritas muslim itu bisa laksanakan perjudian sesuai dengan koridor hukum dan kontrol yang baik, lalu negaranya makmur? Lihat saja Singapur tahun ini 7 persen PDB nya dari sektor perjudian dan akan meningkat 10 persen pada tahun 2014. Luar biasa, RI? Makin tidak jelas. Cukup sekian tweetnya.

Hemm, tarik napas panjang dulu deh. Aku males debat sih, males nanggepin tweet asbun kayak gini. Argumennya jelas dangkal banget, masak iya legalisasi perjudian biar dapet duit banyak? Analoginya berarti legalisasi korupsi biar dapet duit banyak juga? Legalisasi penipuan biar dapet uang banyak juga gitoeh? Kok lucu, ya hahaha. Dia juga udah ngaku orang awam sih, ya smoga saja Allah memberinya hidayah, tapi kan nggak baik juga kalo orang awam itu asal ngomong pake acara judi nggak haram lagi dalam Islam. Itu kan LOL sekali. Kayaknya harus banyak belajar dulu deh, biar nggak salah ngomong lagi, kan kasihan tuh followernya banyak, takutnya banyak yang awam juga, dan akhirnya gara-gara kemakan tweet @TrioMacan2000 jadi rame-rame nglakuin judi massal. Nah lo, rempong kan jadinya? 

Aku pengen ngasih opini saja, menurut kebenaran yang saya anut. Bismilloahirrohmanirrohim.

Jadi gini, meskipun judi yang legal itu boleh menurut KUHP, tetap saja menurut Allah itu haram. Jelas jelas ada di al-qur'an, coba  buka al-maa'idah 90. Pilih mana, aturan Allah apa manusia? Aturan Allah dong, Dia Maha Mengetahui, sedangkan otak manusia itu kan terbatas, pasti banyak kekurangan disana sini. La kalo udah jadi budaya, terus halal gitu? ya enggaklah, ngapain ikut ikutan budaya yang diharamkan Allah, itu namanya taqlidul a'ma bighoiri huda.

Sedihnya ulama dibilang dilobi untuk mengharamkan legalisasi judi di Indonesia. Aku nggak mau su'udzon sama mereka, insya Allah mereka itu ikhlas demi menegakkan agama Allah malah dibilang seperti itu, apa buktinya can? Jangan asal nuduhlah kalo nggak ada buktinya. Semoga Allah memberi ulama kita kekuatan ya, tapi yakin kok, ulama dan para pejuang Islam diseluruh dunia ini nggak akan luntur semangatnya gara gara omongan orang tuh, kalo niatnya udah lillahi ta'ala nggak akan ada yang menghalangi mereka, karena mereka nggak takut apapun kecuali Allah. Indahnya jadi muslim, iya kan? 

Apalah artinya dapet uang banyak kalau dari sesuatu yang haram dan tidak diridhoiNya? Akankah berbarokah? Bukan uangnya yang penting, tapi barokahnya! MALULAH SAMA PEJUANG YANG BERJUANG MEMERDEKAKAN BANGSA INI, MEREKA SEMUA MUSLIM! MEREKA SEMUA BERJUANG DEMI KEMERDEKAAN LILLAHI TA'ALA DAN TIDAK PERNAH TAKUT APAPUN! Dan sekarang kita yang menikmati  hasil perjuangan mereka seharusnya malu, mengapa maksiat dibela di tanah ini? 

Apalah arti punya uang banyak jika moral tidak dikedepankan, lihat saja itu Amerika kaya, tapi moralnya? Bisa kita lihat generasinya dengan segala kehancurannya, bahagiakah mereka dengan uang yang banyak tapi moral tak terjaga? Emang hidup cuma buat dunia doang? Jelas jelas tujuannya akhirat, kesenangan dunia kan hanya fatamorgana, semu dan tidak nyata, ngapain juga masih dibela belain.

Yang terpenting bagi bangsa ini itu pembangunan MORAL, bukan uang semata! Bahagianya membayangkan zaman ketika zaman khilafah islamiyah itu berdiri. Semua orang makmur sampai tidak ada yang mau disedekahi. Buku buku dibagikan gratis oleh para penulisnya karena mereka ingin ilmunya bermanfaat bukan hanya demi uang. Hidup terasa nyaman karena tidak adanya pencuri, jelas saja orang takut mencuri karena ganjarannya adalah POTONG TANGAN! 

Sepertinya masih lama untuk mewujudkan negeri yang seperti ini, tapi alangkah indahnya jikalau kita fokus dalam hal yang halal. Halam dan haram itu sudah jelas tidak usah diusik lagi dan mencari pembenaran untuk menghalalkan yang haram. Lagipula siapa pemberi rizki? ALLAH, mintalah padaNya. Saatnya membenahi mental dan moral setiap individunya biar negara ini makmur, bukan dengan legalisasi judi atau bahkan prostitusi hanya demi uang. Lagipula masih banyak cara halal demi mendapat uang yang halal untuk negeri ini, ambil tuh aset koruptor! Sektor pertanian ditingkatkan, janganlah di negeri yang subur ini malah banyak impor beras -_______-.

Aku kurang tahu banyak masalah cara peningkatan devisa untuk negara, tapi yakin kok masih banyak jalan yang halal selain menghalalkan yang haram. Wallahu a'lam bishshawab.